Published On: Jum, Apr 21st, 2017

Sherrin: Kartini-Kartini Jambi Harus Berdaya Saing


2016-09-07_16.18.51 1

LIPUTAN JAMBI- Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Sherrin Tharia Zola mengatakan, sejalan dengan semangat emansipasi (kesetaraan) sebagai inti dari peringatan Hari Kartini, maka kaum perempuan harus memiliki daya saing yang terus-menerus meningkat.

Sherrin yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi ini mengharapkan supaya perempuan Provinsi Jambi memiliki kualitas dan daya saing yang mumpuni, terlebih karena peran ibu dalam mendidik anak-anaknya.

“Seorang ibu harus cakap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, tentunya dengan peran Bapak juga, sebab keluarga merupakan wadah pendidikan pertama bagi anak-anaknya, dan seorang ibu merupakan guru pertama bagi putra putrinya,” kata Sherrin, Kamis (20/4).

Menurut Sherrin, supaya bisa mendidik anak-anak dengan baik, sebaiknya seorang ibu juga terdidik agar anak-anak menjadi disiplin. Dengan kata lain ibu harus memberikan keteladanan bagi anak-anak dan keluarga.

Istri Gubernur Jambi Zumi Zola ini menjelaskan, Kartini-kartini Jambi yang berdaya saing bukan sesuatu yang utopis (hanya angan-angan belaka), tetapi sesuatu yang bisa digapai, bisa diwujudkan, tentunya dengan komitmen dan kerja keras, kerja cerdas dan berkesinambungan.

Sherrin mengelaborasi gagasannya untuk menghasilkan perempuan Provinsi Jambi yang berdaya saing melalui berbagai program dan kegiatan PKK, Dekranasda, Bunda PAUD, Ketua Forikan dan Pembina BKMT Provinsi Jambi.

Sherrin menekankan supaya orangtua benar-benar berperan dalam pengawasan anak-anak. Sebab dengan semakin terbukanya informasi saat ini, akses negatif justru kian banyak, mulai dari pengaruh handphone, internet, narkoba, tawuran hingga sex bebas.

“Anak-anak harus benar-benar diawasi dan diperhatikan, mereka butuh perhatian, tidak bisa dilepas begitu saja, tetap harus didampingi, baik oleh ibunya maupun ayahnya,” kata Bunda PAUD Provinsi Jambi ini.

Sherrin menegaskan, bahwa dia tidak ingin kegiatan-kegiatan seluruh wadah (organisasi) yang dipimpinnya hanya sebatas seremoni belaka, Sherrin berupaya maksimal untuk membawa perubahan pada kehidupan keluarga masyarakat Jambi agar lebih berdaya saing menghadapi tantangan ekonomi yang kian berat.

Dirinya tak ingin masyarakat Jambi hanya menjadi penonton di negeri sendiri, namun masyarakat Jambi harus mandiri dan sejahtera.

Untuk itu, Sherrin mengupayakan supaya program dan kegiatan dirancang dan dilaksanakanan sebaik-baiknya, agar memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Jambi.

Sherrin berusaha membuat terobosan pada masyarakat agar warga Jambi memiliki skill (keterampilan) dan kemampuan menambah pundi-pundi ekonomi keluarga. Ujungnya, tentu keinginan Sherrin agar warga Jambi lebih sejahtera.

Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah desa percontohan PKK, Desa Parit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi menjadi salah satu desa percontohan PKK tersebut.

Di desa percontohan itu, PKK Provinsi Jambi bekerja sama dengan PKK kabupaten/kota memberikan binaan terhadap seluruh hal yang terintegrasi dalam semua program PKK.

Mulai dari posyandu-nya, PAUD, tanaman Toga di setiap rumah, Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATInya) PKK, kamar tidur layak, gizi anak-anak dan semuanya .

“Jadi disitulah tempat kita mencurahkan semuanya agar desa lain melihat, oh ternyata hidup begini enak ya, ada tanaman tinggal petik, mau makan ikan tinggal dipancing sendiri dan yang lainnya,” ujarnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, perempuan kelahiran 12 November 1984 ini, terus berupaya mengembangkan kerajinan yang ada di Jambi, agar kerajinan asli Jambi dikenal masyarakat luas karena kualitas, baik nasional maupun internasional, yang selanjutnya bisa menciptakan lapangan kerja baru, sehingga menambah penghasilan masyarakat Jambi.

Satu hal yang ditekankannya dalam pengembangan produk kerajinan-kerajinan Jambi adalah, selain harus memiliki mutu yang unggul dengan berbagai inovasi dan kreativitas tinggi, juga harus memuat ciri khas daerah Jambi yang sarat dengan nilai-nilai budaya Jambi.

Sherrin menyadari bahwa menghasilkan produk kerajinan daerah Jambi bukanlah pekerjaan mudah dan bukan pekerjaan singkat, namun harus dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan.

Sebab itu, Dekranasda berupaya memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin, baik pelatihan teknis dengan mendatangkan orang yang ahli dibidangnya untuk meningkatkan kualitas karya Jambi, maupun memberikan motivasi kepada para pengrajin agar para pengrajin tersebut percaya diri untuk bersaing menghasilkan karya terbaiknya.

Sherrin mengembangkan Batik Jambi bekerjasama dengan desainer ternama, Barli Asmara. Melalui Dekranasda, Sherrin menampung berbagai ide dari para pengrajin batik dan kain Jambi, yang kemudian dipadukan dengan konsep modern Barli, tanpa menghilangkan nuansa tradisional dan Budaya Jambi.

Garapan kerjasama dengan pelatihan intens kepada para pengrajin Batik Jambi itu pun mulai menunjukkan hasil yang baik. Motif Jambi dikombinasikan dengan modernitas Barli Asmara, Batik Jambi diubah sedemikian rupa menjadi jauh lebih menarik.

Batik Jambi pun menjadi ikon pada Muslim Fashion Festival Indonesia 2017 yang digelar awal bulan lalu, di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat.

“Saya berharap Batik Jambi menjadi inspirasi bagi masyarakat, sehingga batik bukan hanya digunakan saat acara-acara resmi saja, tapi bisa juga digunakan saat santai, yang selanjutnya meningkatkan perekonomian pengrajin,” katanya.

Sherrin berharap pengrajin Jambi harus bisa memenuhi permintaan pasar. Artinya, batik-batik Jambi harus mempunyai kualitas dan motif sesuai dengan keinginan pasar(market driven), bukan sesuai keinginan pengrajin.

Selain itu, Sherrin berharap para pengrajin Jambi juga pintar memanfaatkan momen. Dalam pameran-pameran yang sudah digelar, banyak orang-orang penting yang bisa menjadi kolega. Ia berharap pengrajin Jambi memanfaatkan momen itu agar bisa mengembangkan bisnisnya.(Riyadi Humas Pemprov)