Published On: Jum, Apr 28th, 2017

Pelajar SMP Gelar Cuci Kaki Ibu

KOTA JAMBI — Ratusan pelajar dan orang tua murid terutama ibu mendadak meramaikan halaman sekolah SMP 19 di kawasan Buluran, Telanaipura, Kota Jambi, Jumat (28/4/2017).

Sang ibu terlihat tegak berdiri berbaris rapi. Sedangkan ratusan siswa-siswi terlihat membawa baskom berisi air bersih.

Dengan dibarengi lantunan shalawat nabi dan arahan Kepala Sekolah SMP 19 Nanang, para murid kemudian mencuci sepasang kaki ibunya masing-masing.

Inilah sebagian prosesi mencuci kaki ibu yang digelar oleh pelajar SMP 19, Kota Jambi menjelang diadakannya ujian nasional (UN) pekan depan.

“Ini adalah profesi cuci kaki ibu, yang bertujuan untuk penguatan kembali hubungan emosional antara anak dan ibu sehingga terjadi sinergi positif pada upaya penumbuhsuburan karakter pada diri siswa,” beber Nanang, Kepala Sekolah SMP 19.

Selain itu, tambahnya, prosesi ini diharapkan dapat memperkuat ikhtiar berbasis spiritual dalam menghadapi UN.

Nanang menilai, setiap datang UN para siswa masih terlihat terbebani dan ada rasa ketakutan dan khawatir di dirinya tidak lulus. “Padahal dalam satu tahun mereka sudah belajar sesuai kurikulum yang berlaku.”

“Dengan adanya prosesi cuci kaki ibu ini, antara siswa dan orang tua akan tumbuh kepercayaan diri yang kuat dan saling mendoakan,” tutur mantan Kepala Sekolah SMP 1 Kota Jambi ini.

Nanang berharap, anak didiknya kelas IX yang akan mengikuti UN bisa meraih prestasi secara baik dan tetap mengedepankan kejujuran.

“Kalian harus percaya diri dengan jawaban yang dibuat. Harus jujur. Jangan percaya tentang adanya kunci jawaban yang belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.

Pada tahun ajaran ini, jumlah pelajar SMP 19 yang bakal mengikuti UN di kelas IX sebanyak 298 murid.

Usai prosesi tersebut, diantara ibu dan anak saling terharu tidak kuasa menahan tetesan air mata. Keduanya saling berpelukan dan berciuman seraya memanjatkan doa kepada Allah sang pemberi ilmu dan petunjuk.

Semua murid dan orang tua berharap anaknya mendapatkan nilai terbaik, sehingga bisa meneruskan pendidik ke tingkat selanjutnya.(Ari)