Published On: Jum, Apr 28th, 2017

Warga Minta Kades dan Sekdes ABT di Pecat

LIPUTANJAMBI.COM,TEBO-Kisruh dugaan penyimpangan APBdes Aburan Batang Tebo, kecamatan Tebo Tengah kabupaten Tebo berujung desakan warga untuk segera memberhentikan kepala desa, Tarmizi dan Sekdes. Zulva. Desakan pemecatan mereka tampak dalam rapat mediasi yang difasilitasi camat Tebo tengah, pada akhir Maret lalu.

Sekretaris kecamatan, Tebo Tengah, Hamdani Firdaus menyatakan bahwa pemerintah kecamatan sudah berusaha untuk mendinginkan gejolak yang tengah terjadi di desa Aburan Batang Tebo itu.

” Rapat mediasi dipimpin langsung camat, yang dihadiri Kapoksek, Danramil, BPD ABT, dan hampir semua perangkat desa. Intinya mereka meninginkan Sekdes Zulva di oecat dan bahkan juga kepala desa,” kata Hamdani, kepada JNN.

Sampai saat ini, warga disana masih menginginkan aparat desa itu tetap diberhentikan. Dalam forum itu juga warga mempertanyakan soal pembelian lahan TKD yang diduga fiktif. Namun kepala desa, Tarmizi hanya diam tak dapat menjelaskan hal yang dipertanyakan warganya.

” Masalah itu juga dilaporkan warga ke polrest tebo. Sekarang masih dalam proses dikepolisian. Saat ini desana tengah melakukan penjaringan calon pengganti sekdes nanti hasilnya direkomendasikan ke camat untuk ditindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu secara terpisah, seorang warga disana mengatakan memang benar warga menginginkan kades dan sekdes dipecat. Karena sudah terlalu banyak masalah yang terjadi didesa.

” Mereka harus bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuat. Biar saja proses hukum berjalan,” tukas warga yang enggan disebut namanya.
Informasi yang diterima kronologis kasus tersebut terjadi pada 3/3/2017 lalu. Dimana Junaidi ditemui oleh seorang warga yang bernama Fajri yang mempertanyakan soal tanda tangan dalam surat jual beli tanah seluas 30 x 100 M yang terletak di RT. 2 didesa tersebut. Jual beli itu dilakukan antara Syamsudin kepada kepala desa Tarmizi. Dengan menggunakan anggaran dana desa ABT.

Pengakuan Junaidi tidak pernah menanda tangani surat jual beli tersebut. Diapun menemui Misbah karena Misbah tertera didalam surat itu. Ternyata tanda tangan Misbah juga dipalsukan. Kemudian sekitar tanggal 10 Maret 2017 telah diadakan rapat desa tentang masalah itu. Hasil rapat disepakati untuk memberhentikan sekdes. Zulva dan Tarmizi sebagai kepala desa.

Kemudian Junaidi melaporkan kasus pemalsuan tanda tangannya ke polrest Tebo dengan STPL. No. 57/III/2017/SPKT tanggal 29 Maret 2017.(dva)
Kejari Tunggu Pelimpahan Kasus Kades ABT dari Polisi

Tebo – Kejaksaan negeri Muara Tebo menyatakan laporan LSM di Kejaksaan yang dilakukan LSM tidak langsung ditangani perkaranya oleh korps Adiyaksa . kasus tersebut ternyata dilaporkan warga ABT di Polrest Tebo. Sehingga kejaksaan dalam hal ini hanya menunggu pelimpahan dari pihak kepolisian.

” Penyidik kepolisian telah melakukan penyidikan atas kasus kades ABT (Tarmizi,red) adapun pasal yang di sangkakan kalau tidak salah pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemalsuan keterangan surat dalam pengadaan jual beli tanah kas desa,” kata kasi intel, Rosandi,SH.
Dikatakan Rosandi, laporan ini ditangani penyidik dalam perkara pidana umum. Artinya kejaksaan kalau sudah begini hanya menunggu pelimpahan perkara dari polisi.

” Kita mempersilahkan kepada teman-teman penyidik polisi untuk menindak lanjutinya, tidak mungkin kita berebut atas penanganan kasus tersebut “pungkas Rosandi. (dva)