Published On: Sen, Mei 15th, 2017

Zola Terus Perjuangkan Candi Muara Jambi Jadi Warisan Dunia

 

JAMBI– Kesiapan Provinsi Jambi untuk menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai warisan dunia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Muaro Jambi, Pemerintah Pusat, dan seluruh pihak terkait akan terus berupaya memperjuangakan agar Candi Muara Jambi menjadi warisan dunia. Hal Ini dikatakan Gubernur Jambi Zumi Zola, saat acara Festival Candi Muaro Jambi kemarin. Dirinya mengatakan, dua agenda yaitu perayaan Waisak yang dipadukan dengan Festival Candi Muaro Jambi merupakan bagian dari upaya memperjuangkan supaya Candi Muara Jambi menjadi warisan dunia. Gubernur berharap, kedepan acara ini bisa dilakukan secara tahunan dan bahkan bisa dijadikan even internasional.

“Banyak sekali potensi yang bisa dikembagkan di Jambi ini contohnya di Merangin ada Geopark, Festival Danau Kerinci dan semua ini bisa mengangkat nama Jambi,” ujar Zola.
Ia mengungkapkan, untuk menjadikan Candi Muara Jambi sebagai warisan dunia, harus bersaing dengan yang lainnya bukan hanya Indonesia tetapi juga dengan negara lain.

“Sejak 2009 kita telah berupaya dengan membentuk tim khusus dan pertimbangan Candi Muaro Jambi menjadi warisan dunia adalah dari sisi sejarah, budaya, dan seni yang kuat sekali. Tim khusus ini terus berjuang dan kita terus belajar mendalami ,mana yang kurang kita lengkapi,” ungkap Zola.
Zola menyampaikan, tidak banyak di dunia ini yang bisa ditemukan keunikan dan luasan seperti yang dimiliki oleh candi Muaro Jambi.

“Sayang kalau kelebihan dan keindahan serta keunikan ini, tidak kita daya gunakan untuk melestarikan budaya, adat, dan tradisi masyarakat candi Muaro Jambi. Dengan peringatan Waisak bersama yang dirangkaikan dengan Festival Candi Muaro Jambi ini, selain memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemanfaatan kawasan cagar budaya nasional Muaro Jambi, juga diharapkan dapat melestarikan dan mempertahankan kebanggaan kita pada nilai dan seni budaya,” terangnya.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Sherrin Tharia menyampaikan bahwa ketika mengajukan Candi Muaro Jambi sebagai warisan dunia, berarti juga ada tanggung jawab yang besar terutama dalam mengedukasi masyarakat.

“Kita mau candi Muaro Jambi menjadi world heritage (warisan dunia) dan itu harus dipersiapkan mulai dari tingkat pendidikan yang paling bawah yaitu PAUD. Kita harus mengedukasi masyarakatnya karena budaya kita itu majemuk mulai dari masyarakat dan agama juga majemuk. Untuk itu, kita harus mengedukasi, bagaimana candi Muaro Jambi ini dari segi scientific-nya bagaimana sejarahnya, keramah tamahan penduduk setempat dan agar dari segi ilmu juga menguasai, guru-guru juga dibekali dengan ilmu mengenai sejarah dari tempat ini atau ada pelatihan berkelanjutan,”ujar

Sherrin menjelaskan, masyarakat terutama anak-anak harus diperkuat kebudayaannya, agar ketika banyaknya wisatawan yang hadir tidak membuat masyarakat kehilangan identitasnya.

“Tidak gampang ketika kita meminta untuk dijadikan warisan dunia bukan hanya meminta , namun masyarakatnya sendiri harus siap, jangan sampai ketika kebudayaan luar masuk kita dan budaya kita tidak cukup kuat kepribadiannya, budaya kita menjadi bingung,“ ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Esthy Reko Astuty menyatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi budaya yang luar biasa dan bisa dijual bagi wisatawan.

“Sebenarnya mulai atraksinya punya potensi luar biasa, kita punya wisata alam geo park lebih ke natural bukan bahari, bisa ke alam yang adventure. Dalam bidang budaya luar biasa mulai dari kuliner, fashionnya, banyak batik dengan desain pakemnya tidak keluar tetapi lebih cantik, ada sentuhan inovasi. Potensi yang kita miliki harus dikemas dengan adanya festival ini dan jika jadi even nasional akan kita keroyok sama-sama, mulai dari fasilitas apa yang bisa kita damping, di depan festival ini harus didukung media, baik sosial media, anak anak muda dapat menggunakan media sosial untuk mempromosikan kegiatan ini sehingga menjadi trending topic,”jelasnya.(yanto)