17 bulan sudah kasus dugaan fiktip pengajuan Rencana Depinitif Kebutuhanan Kelompok (RDKK) 15 Ton urea bersubsidi yang terjadi di desa Parit 12 Pudin, Kecamatan Pengabuan mengendap begitu saja. Pada hal awalnya pihak Polres Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi pernah mengatakan, sudah ada yang bisa dijadikan tersangka.

Namun hingga kini, entah kenapa kasus ini hilang bagai ditelan angin. Kasus yang diduga melibatkan, Ismet direktur CV. Kiwahaga Sarana Perkasa selaku distributor urea bersubsidi wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Seperti pernyataan pengecer, Ahmad Barkati, Muslim Ketua kelompok tani dan Badrun Kades Parit Pudin yang mengatakan, bahwa perintah untuk tidak mengisi luas lahan dan kebutuhan pupuk bagi petani pada RDKK yang diajukan ke PT. Pusri oleh Ismet.

Semua nama-nama terkait kasus ini sudah pernah di periksa pihak penyidik Polres Tanjung Jabung Barat, namun sepertinya ada upaya pihak Kepolisian untuk menutup-nutupi kasus ini, entah kenapa.

Ironisnya lagi, perkara ini telah diketahui pihak Propam Polda Jambi dan menurut informasi Propam Mabes Polri pun sudah turun untuk memeriksa penyidik yang menangani perkara ini, namun hasilnya tetap nihil, tidak pernah ada kejelasan atas kasus ini hingga kini.

Sebelumnya Kapolres Tanjab Barat, AKP Naek P. Simanjuntak pernah berjanji akan menuntaskan kasus ini, juga hingga detik ini tidak pernah ada kejelasan.

Belum terungkap kasus ini, diduga ada oknum yang ikut bermain dan membekengi, hingga membuat pelaku semakin berani, ini terbukti dari banyak kasus serupa yang ditemukan dilapangan, dan semakin sulitnya petani untuk mendapatkan pupuk urea bersubsidi yang seharus memang menjadi hak mereka.