DIDUGA JAKSA TELAH SALAH BUAT SIMPULAN 

PETUNJUK,PELAPOR KECEWA

Kejati jambi segera ambil langkah dan tindakan tentang perkara laporan tanggal 07 Januari 2012 No Lp /B-03/1/2012/jambi/Siaga SPKT Pt . Jamin Sawita Abadi (H.ZAKARIA A Ma Pd ) Tentang perusakan dan penyerobotan lahan di Desa Sungai Rengas Kec, Muara sebo Ulu Kab. Batang Hari Jambi,yang dilakukan oleh PT.CITA MULIA MANUNGGAL JAMBI. Yang saat sekarang kasus tersebut sudah sampai proses di pengadilan Kota Jambi,dengan hasil pelaku di bebaskan?

Hasil kompermasi wartawan Liputan Jambi kepada pihak pelapor yang di wakili oleh pengacaranya, beralamat Kantor Hukum M .AMIN ,SH(07/01). Amin menyatakan, ya memang benar kleyen kami kecewa dengan kinerja jaksa yang menanggani permasalahan tersebut, tetapi bukan kleyen kami saja yang kecewa termasuk saya sendiri sebagai kuasa hukumnya kecewa berat melihat cara kerja yang di buat oleh jaksa tersebut, saya selaku kuasa hukum akan membuat apa yang sudah menjadi tanggung jawab saya yaitu akan melakukan proses hukum apa yang akan menjadi kleyen kami menjadi puas.

Pada intinya saya selaku kuasa hukum pelapor, akan melekukan perlawanan hukum tentang simpulan petunjuk jaksa tersebut yang akibatnya bisa membebaskan tahanan dan melepaskan barang bukti yang telah ditahan dan di sita oleh pihak kepolisian.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah melakukan penahanan kepada 6 orang pelaku perusakan dan barang buktinya berupa alat berat, ,bukanya asal tahan dan asal sita ,karena pihak kepolisian berani melakukan hal tersebut , kepolisian sudah melakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi saksi yang lengkap sebanyak 31 orang saksi ,dari hasil penyidikan 31 Orang saksi kepolisian berasil menahan barang bukti alat berat serta batang sawit yang dirusak. Begitu juga pihak kepolisian sudah melakukan titik pengamatan tempat kejadian peristiwa atau TITIK KORDINAT LETAK LAHAN sebanyak 22 hektar pada tanggal 4 mai 2012, berati permasalahan tersebut sudah jelas lahan yang 22 h hak milik PT Jamin Sewita Abadi yang di laporkan oleh H.Zakaria A .Ma,Pd, tegasnya.

Singkatnya, dengan hasil penyidikan dan barang bukti serta tersangka yang di ajukan kepada pihak penggadilan dari pihak kepolisian, nampaknya proses dari pihak penggadilan sangat di ragukan karena pihak pengadilan berani membuat tersangka dan barang bukti menjadi bebas dengan alasan laporan tersebut berkaitan dengan permasalahan perdata dilahan yang sama.

M.AMIN ,SH sebagai pengacara pelapor menegaskan kepada Wartawan LJ pada intinya permasalahan tersebut adalah sangat berbeda yaitu kasus pidana yang seluas 22 H sudah jelas sah secara hukum yaitu perusakan dan penyerobotan, sedangkan lahan yang perdata seluas ± 113 H yaitu yang tempatnya sangat jauh dari lahan yang seluas 22 H , begitu juga dengan kasus yang berbeda kami melihat jaksa yang menangani kasus tersebut sangat berani menggambil tindakan pembebasan dan pelepasan barang bukti tersebut.

Harapan saya sebagai penggacara hanya bisa melakukan pelaporan kepada kasasi Hukum dan kepada pihak pemerintah terkait untuk meminta kepastiaan penetapan Hukum dengan kasus yang di pegangnya sejauh ini pemerintah terkait belum bisa di komfirmasi. (Team Lj)