167476_475Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan sudah menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga Hambalang.

Status Anas itu tercantum dalam permintaan lisan pencegahan Anas ke luar negeri yang diterima Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Sesuai permintaan cegah secara lisan dari KPK, status Anas sudah tersangka,” kata sumber yang dilansir , Jumat, 22 Februari 2013.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dikabarkan sudah mencegah Anas selama enam bulan sejak Jumat, 22 Februari 2013. Namun, dia enggan membeberkan status Anas dalam permintaan cegah itu.

Nama Anas kerap dikaitkan dengan dugaan penerimaan Toyota Harrier dari PT Adhi Karya Tbk, kontraktor proyek Hambalang. Tuduhan ini bermula dari nyanyian bekas Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Dalam kasus Hambalang, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng dan pejabat pembuat komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar.

Sebelumnya, beredar surat perintah penyidikan (sprindik) untuk tersangka Anas dalam kasus Hambalang ke media massa. Anas disebut menerima gratifikasi Toyota Harrier dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Anas sudah membantahnya. Kuasa hukum Anas, Firman Wijaya, mengakui keberadaan Harrier tersebut. Namun, menurut Firman, Anas mencicil mobil itu dari bekas Bendahara Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

sumber tempo co.co