Angka buta aksara di Jambi tahun 2010 sebesar 3,7 persen atau 80,641 persen, namun saat ini sudah menurun menjadi 2,63 persen atau turun satu persen. Pemerintah Provinsi Jambi akan mengupayakan pada akhir tahun 2015 angka buta aksara tersebut hanya tersisa 1-0,5 persen.

Hal ini disampikan Gubernur Jambi, Selasa (18/9/2012) pada acara pelatihan pengurus Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dijelaskan Gubernur, pengentasan buta aksara ditujukan untuk seluruh masyarakat, mulai anak usia sekolah yang tidak sempat mengikuti pendidikan, hingga orang-orang tua yang tidak sempat mengenyam pendidikan, sedangkan untuk pengentasan buta aksara Al-Quran khusus bagi peserta didik, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, ujarnya.

Ditambahkan Gubernur, pada tahun 2010 lama sekolah anak-anak di Jambi baru mencapai 7,8 tahun, saat ini menjadi 8,6 tahun.