Liputanjambi.com Merangin -Dugaan permasalahan proyek jembatan gantung yang menelan anggaran APBD Merangin tahun 2020 lebih kurang sebesar Rp 2,8 Milyar di desa Karang Birahi yang di kerjakan oleh PT Prima Bakti Indah menuai kritikan.

Sebelumnya media ini telah memberitakan kejanggalan proyek jembatan yang ada di Desa Karang Birahi,Kecamatan Pamenang dengan judul “Proyek Jembatan Gantung di Kabupaten Merangin di Duga Keras Bermasalah”.

Pada Desember tahun 2020 telah selesai dicairkan 45 persen dan dijamak dilanjutkan pengerjaan nya pada tahun 2021,proyek tersebut terkesan mubazir di karenakan dari hasil temuan di lapangan beberapa fisik dan alat kelengkapan tidak sesuai dengan prosedur semestinya.

Adapun beberapa contoh yang tidak sesuai dengan semestinya yakni, Tinggi tiang pylon jembatan seharusnya minimal 12 meter kenyataan di lapangan dibawah ukuran tersebut, seling pecah di ujung dan tidak sesuai standar, angkur dibuat dari besi yang dipaksakan dibengkokkan yang beresiko patah dan semetinya besi di beri pen,jarak antara pylon dan blok angkur hanya 15 meter dari pondasi tidak sampai seperempat dari panjang sungai, dan masih banyak temuan lainnya.

Anto Kontraktor pelaksana yang berhasil di komfirmasi oleh media ini menjelaskan,jika kegiatan yang dilakukanya sudah sesuai perencanaan yang diberikan konsultan kepada dirinya.

“Apa yang salah dengan proyek saya,semua pengerjaanya sudah saya lakukan sesuai dengan perencanaan dan saya bekerja dengan dasar perencanaan,”ucap Anto.

Anto jugo menjelaskan,untuk sling jembatan yang di katakan menggunakan sling bekas bisa kita buktikan,dan dirinya menggunakan sling baru.

“Saya beli sling ada sertifikat,dan itu dijamin baru,jadi apa yang salah,proyeknyapun belum 100 %”,pungkasnya(Tim.Lj)