bataviadet-201301311540591Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengabulkan gugatan pailit International Lease Finance Corporation (ILFC) kepada Batavia Air yang diajukan 20 Desember lalu. Maskapai penerbangan ini pun dinyatakan bangkrut dan telah diterima legowo oleh manajemen Batavia Air.

Keputusan dinyatakan bangkrut tersebut membuat PT Metro Batavia berhenti melayani penumpang terhitung sejak Kamis (31/1) pukul 00.00 WIB. Pailit ini disebabkan utang sebanyak USD 4,68 juta yang jatuh tempo tidak kunjung dibayar.

Utang itu bermula saat Batavia menyewa dua pesawat terbang Airbus A330 selama 3 tahun dari ILFC. Rencananya pesawat itu akan dipakai Batavia Air untuk pelayanan penerbangan jamaah haji. Namun karena akhirnya gagal memenangkan tender pelayanan haji maka Batavia Air tidak kunjung dapat membayark sewa pesawat tersebut.

“Akibat tidak mendapatkan tender itu, maka kewajiban-kewajiban kami terhadap ILFC tertunggak,” ucap PR Manager Batavia Air, Elly Simanjutak, di Jakarta, Rabu (30/1).

“Manajemen Batavia Air pun menerima putusan pailit tersebut.” tambahnya.

Bangkrutnya Batavia Air ini membuat para karyawan, rekanan agen travel dan penumpang kelimpungan. Pemerintah telah meminta Batavia berkoordinasi dengan maskapai penerbangan lain untuk menampung penumpang yang seharusnya terbang pada hari ini, Kamis (31/1). Pasalnya, pihak pemilik pesawat (lessor) telah menarik armada milik Batavia, sehingga dari 14 pesawat hanya dioperasikan tujuh pesawat.
bataviadet-201301311540591
Masa transisi Batavia Air pasca pailit ini akan ditangani 4 kurator yang ditunjuk Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Sehingga semua pihak yang berkepentingan masih harus menunggu arahan dari kurator tersebut. Sedangkan seluruh karyawan Batavia Air efektif diberhentikan secara hormat mulai 31 Januari 2013, kecuali yang ditunjuk sebagai tim pemberesan.[pesat news]