Briptu Suheri (31), oknum polisi Polres Lampung Selatan yang menjadi terdakwa penyalahhgunaan narkoba jenis sabu sabu dan senjata api dituntut 1,5 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum Supriyatiningsih pada siding di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (27/6) menyatakan Suheri terbukti menyalahgunakan sabu-sabu dan memiliki senjata api tanpa izin dari pihak yang berwenang.

“Menuntut terdakwa Suheri dengan pidana penjara selama 1,5 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” ujar Supriyatiningsih dihadapan ketua majelis hakim Itong Isnaini.

Atas perbuatanya Suheri yang merupakan warga Jalan Tirtaria, Way Kandis, Bandar Lampung terbukti melanggar Pasal 127 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika dan pasal 1 ayat 1 UU Darurat 12/1951 tentang penyalahgunaan senjata api . Dalam tuntutannya Supriyatiningsih juga meminta barang bukti berupa satu alat hisap sabu-sabu atau bong dan satu pucuk senjata api jenis FN caliber 32 mm beserta magazine nya dirampas untuk dimusnahkan.

Kasus tersebut bermula dari Suheri membeli sabu sabu dari Rifa (DPO) seharga Rp 150 ribu didepan Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung. Setelah itu Suheri menggunakan sabu sabu tersebut pada 9 Februari 2012 dirumahnya.

Sehari setelah menggunakan sabu sabu tersebut, rumah Suheri di Jalan Tirtaria Gang Melati II, Way Kandis, Tanjungseneng, Bandar Lampung didatangi satu tim polisi. Polisi lalu melakukan penggeledahan rumah Suheri dan mendapatkan satu unit alat hisap atau bong dan satu senjata api illegal.

Polisi juga melakukan test urine kepada Suheri, dan hasilnya positif mengandung afetamin. Senjata api jenis FN kaliber 32 mm beserta magazinnya yang dimiliki Suheri, didapatkan saat bertugas operasi melawan GAM (gerakan aceh merdeka) di Aceh.

Bid. Humas Polda Lampung