Satgas2Tugas operasi adalah merupakan kehormatan bagi prajurit TNI dan merupakan ”missi mulia” yang harus dilaksanakan tanpa keraguan. Demikian Danrem 042/Gapu Dalam Amanatnya Pada upacara pelepasan 1 SSK  Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 142/KJ BP ke Yonif 141/AYJP Minggu Tanggal 13 Januari 2013 bertempat di lapangan Upacara Yonif 142/KJ Kota Jambi.

Lebih lanjut Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S menyampaikan bahwa dengan Berbekal hasil latihan yang dilandasi  mental  dan moral  yang berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI, kalian akan tumbuh menjadi prajurit yang bertanggung jawab akan tugas kepada Bangsa dan Negara. Saya yakin Para Prajurit Batalyon Infanteri 142/Ksatria Jaya yang mendapatkan kepercayaan bergabung dalam  Satgas Pamtas RI-Malaysia bersama Para Prajurit Yonif 141/AYJP akan mampu melaksanakan tugas secara baik dan optimal, Insya’Allah kembali dari penugasan dengan aman dan selamat. Pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada kalian, agar selalu menunjukkan sikap dan tindakan serta kemampuan terbaik dalam melaksanakan tugas di daerah perbatasan. Keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas, menjadi ukuran penting bagi profesionalitas para prajurit Satgas Pamtas Yonif 142/Ksatria Jaya. Dalam pelaksanaan tugas, kalian harus dapat  membantu Pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat mencegah timbulnya konflik antar kelompok masyarakat.  Upaya mewujudkan kondisi aman dan kondusif itu akan dapat diwujudkan dengan menjalin hubungan serta melakukan koordinasi yang baik antar aparat keamanan dan Pemerintah Daerah serta masyarakat setempat. Sejalan dengan upaya itu, kalian perlu memperbanyak dialog dan komunikasi sosial dengan semua komponen masyarakat.   Sikap sebagai prajurit yang berjiwa Sapta Marga dan  menjunjung  tinggi  Delapan Wajib TNI, harus benar-benar dipelihara dan diaktualisasikan, sehingga masyarakat merasa mendapatkan perhatian dan perlindungan. Kedatangan Prajurit Yonif 142/Ksatria Jaya harus mampu menciptakan situasi yang kondusif sehingga masyarakat secara leluasa dapat    melaksanakan   aktivitas kehidupan bermasyarakat, beragama dan berjalannya roda pemerintahan dengan baik.

Lebih jauh Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Selama lebih kurang enam bulan kalian akan melaksanakan tugas untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Tugas berat yang penuh tantangan akan kalian hadapi dalam mengawasi dan mengamankan  wilayah perbatasan yang sangat rawan terhadap kejahatan, seperti penyelundupan dan pembalakan liar, serta memungkinkan kejahatan lintas negara dengan penyelundupan manusia, narkoba, atau barang- barang terlarang lainnya yang merugikan sosial dan ekonomi negara. Ancaman lain dapat juga berupa upaya-upaya dari pihak asing untuk menciptakan kondisi untuk mempengaruhi rasa nasionalisme masyarakat di perbatasan, selain itu di wilayah perbatasan yang tidak terpantau akan memudahkan penyelundupan senjata, munisi, atau bahan peledak untuk mendukung aksi terorisme yang belakangan ini merupakan ancaman terbesar bagi keamanan negara. Untuk itu saya berpesan agar para prajurit senatiasa  menjaga nama baik satuan saat bertugas dan mematuhi standar operasi yang berlaku. karena sekecil apapun kesalahan  prosedur  yang saudara lakukan, akan berpengaruh negatif terhadap pencapaian tugas pokok dan dapat mencoreng nama baik bagi prajurit dan satuan.

     Perlu saya ingatkan agar kalian selalu mempedomani beberapa hal pokok dalam melaksanakan tugas ini, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertindak secara profesional,  disiplin,  soliditas, loyalitas dan kebersamaan. Kalian harus bertugas dengan baik, jangan bertindak melanggar hukum, prajurit bukan hanya dituntut untuk memiliki kemampuan tehnik dan taktik dalam pengamanan situasi di daerah rawan dengan kekuatan senjata akan tetapi juga dituntut untuk memiliki kemampuan teritorial dalam melaksanakan pembinaan teritorial secara optimal sehingga prajurit harus bisa benar-benar merebut hati rakyat serta tampil sebagai prajurit yang senantiasa memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat dengan satu tujuan,

yaitu memelihara rasa nasionalisme masyarakat setempat yang mungkin terisolasi dari warga masyarakat lain, oleh karena itu dukungan penuh dari masyarakat setempat juga akan memudahkan mendapatkan informasi dan perkembangan situasi keamanan. Segeralah beradaptasi dengan cepat  untuk membekali diri dan satuan tentang berbagai informasi seperti keadaan cuaca, medan, dan budaya lokal  di daerah penugasan dalam mengawasi dan melindungi titik –titik batas / pematokan agar tidak bergeser yang nantinya akan dapat merugikan wilayah NKRI. Dengan berpedoman pada hal-hal pokok ini,

“saya yakin saudara dapat menunaikan tugas mulia ini dengan baik, dan terhindar dari kesalahan yang tidak perlu terjadi. Kepada Ibu Ketua Persit Cabang  Yonif 142/Ksatria Jaya maupun ranting saya berpesan agar senantiasa menggiatkan hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan untuk meningkatkan mental,  moril dan moral ibu-ibu yang ditinggalkan suami selama bertugas. Sedangkan kepada ibu-ibu persit yang ditinggal suami bertugas, agar didalam berkomunikasi dengan suami dimedan tugas senantiasa menginformasikan hal-hal yang menyejukkan    dan   menyemangati suami agar  dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.”katanya.

Demikian Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S menyampaikan Amanatnya Pada upacara pelepasan 1 SSK  Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 142/KJ BP ke Yonif 141/AYJP Minggu Tanggal 13 Januari 2013 bertempat di lapangan Upacara Yonif 142/KJ Kota Jambi.

Hadir Pada Upacara tersebut Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD II /Sriwijaya Ibu Ny. Mery Eko Budi S beserta Pengurus, Dandim 0415/Bth Letkol Arh Heru Darmawan, Para Kasi dan Pasi Korem 042/Gapu, Para Dan/Kasatbalak Jajaran Korem 042/Gapu, Kapenrem 042/Gapu Mayor Caj Ramzil Huda, Para Pama, Bintara, Tamtama Korem 042/Gapu dan Jajaran.( Penrem 042/Gapu ).