Liputanjambi.com Merangin- Alat berat jenis Excapator dari berbagai merek masih melenggang dengan gemulai nya di wilayah Tabir Ulu melakukan aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) tepatnya di wilayah desa muara jernih dan desa rantau ngarau kecamatan tabir ulu kabupaten merangin.

Jumlahnya pun cukup fantastis,Dari hasil pantauan media ini dan narasumber di lapangan jelas ada sebanyak delapan belas alat berat jenis Excapator melakukan kegiatan penambangan emas tanpa izin(PETI) pada Kamis 17 Juni 2021 di kecamatan Tabir Ulu kabupaten Merangin Jambi.

Hal tersebut sangat di sayangkan setelah di berikan himbauan oleh Bupati Merangin, di duga pelaku peti tersebut mengangkangi surat himbauan bupati tentang di larangan aktivitas PETI di kabupaten merangin.

Surat itu di tuju untuk semua kepala desa di kabupaten merangin , Di duga kepala desa yang berada di kecamatan tabir ulu terkesan tutup mata dengan aktivitas penambang emas tampa izin (PETI) Di wilayahnya.

Hal tersebut sangat di sayangkan, Menurut mereka aktivitas itu hanya untuk mencari makan namun nyatanya aktivitas itu adalah ajang memperkaya diri dengan merusak ekosistem.

Dampak dari kegiatan PETI itu keruhnya air sungai sehingga tidak dapat di manfaatkan lagi oleh warga, sebagian warga berharap agar pemerintah atau institusi terkait dapat menindak tegas para pemain PETI di wilayah tabir ulu.

“Tengok lah sungai kami lah keruh oleh ulah manusia, dulu kami cuma pakai Sanyo ambik air dari sungai untuk minum masak beras,kini dak bisa lagi air sudah becampur dengan lumpur bewarna kecoklatan” ungkap seorang warga di wilayah tabir ulu.(Fitri)