Liputanjambi.com Jambi– Heboh, diduga jenazah Pasien Covid-19 yang meninggal pada Kamis (15/07) sekitar pukul 05.00 Wib dini hari, di makamkan oleh pihak keluarga, yang bertempat di rt 26 kelurahan kenali asam bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Jenazah Pasien Covid-19 yakni yang berinisial D (63) warga Kecamatan Kotabaru, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Radden Mattaher, Kota Jambi dan pasien tersebut sebelumnya telah di rawat selama I (Satu) bulan.

Saat di konfirmasi melalui via telepon, Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah membenarkan adanya jenazah Pasien Covid-19 yang dimakamkan oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar.

“Ya memang benar tadi ada laporan bahwa ada jenazah Pasien Covid-19 yang dimakamkan oleh pihak keluarga dan masyarakat,”kata Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah.

Menurutnya, jenazah Pasien Covid-19 tersebut telah dimasukan kedalam peti jenazah sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Ya seharusnya inikan tugas Satgas Kota Jambi. Kok bisa sampai dimakamkan oleh pihak keluarga sendiri dan masyarakat,”jelasnya.

Ditambahkan, ia juga akan melakukan Kroscek terlebih dahulu ke RSUD mengenai hasil tes PCR.

“Yang jelas jenazah Pasien Covid-19 setelah keluar dari RS dimasukkan ke dalam peti,”pungkasnya.

Sementara itu, Lurah kenali Asam Bawah, Ronal saat di konfirmasi melalui via telepon mengatakan memang benar tadi ada jenazah Pasien Covid-19 yang dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Saya tadi pagi mendapat informasi dari RT setempat. Untuk memastikan benar atau tidak saya langsung cek ke rumah duka bersama Babinsa dan Babinkamtibmas serta Sekcam dan ternyata memang benar tetapi menurut dari keluarga bahwa almarhumah tersebut saat di tes antigen hasilnya reaktif dan untuk hasil tes PCR-nya belum keluar,”jelasnya.

Pihak lurah, Babinsa bersama babinkamtibmas serta Sekcam telah berupaya untuk dimakamkan dari pihak Satgas namun pihak keluarga bersikeras untuk memakamkannya sendiri dan dari masyarakat hanya membantu prosesi penggalian pemakaman.

“Saat prosesi pemakaman, pihak keluarga juga memakamkan dengan menggunakan APD dan kita awasi. Pihak keluarga juga telah membuat surat perjanjian dengan pihak RS dengan dimakamkan secara Prokes,”jelasnya.

Sedangkan Wakil Direktur Pelayanan RSUD Radden Mattaher, Dr. Dewi Lestari mengatakan memang benar bahwa dari pihak keluarga meminta almarhumah pasien tersebut dibawa pulang secara paksa.

“Untuk hasil swab antigennya itu positif tetapi swab PCR-nya belum keluar dan masih menunggu hasilnya,”katanya.

Dari pihak keluarga juga telah membuat pernyataan bahwa dari pihak keluarga tidak setuju alhmarhumah dimakamkan secara Prokes.

“Ya dalam surat pernyataan pihak keluarga tidak setuju,”tutupnya.