Polisman SDinas Kesehatan Kota Jambi akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk jika telah diketemukan warga yang terkena demam berdarah. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Polisman Sitanggang kepada wartawan

¬†Menurutnya, sejauh ini belum ada laporan dari Puskesmas di Kota Jambi terkait kasus demam berdarah. “Saat ini belum ditemukan kasus demam berdarah, namun beberapa minggu terakhir hanya ada laporan kasus muntaber, itupun tak seberapa”, ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga Kota Jambi mengaku mengalami penyakit gatal-gatal pasca banjir yang mendera Kota Jambi beberapa waktu lalu. Kebanyakan yang terserang penyakit ini anak-anak usia balita.
“Namun tidak begitu parah, makanya tak perlu berobatke rumah sakit”, ujar Melani (28) warga Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Dikatakan Melani, dirinya tidak tahu penyebab penyakit ini. Namun anak tetangganya juga terkena penyakit yang sama. Ciri – ciri penyakit ini muncul bintik-bintik merah pada bagian dada, perut dan wajah.
“Saya kira anak saya kena campak, rupanya bukan. Pas saya tanya sama bidan tetangga saya, itu gatal-gatal akibat udara kotor”, tukasnya. Melani mengaku disarankan bidan untuk mengobati dengan mengoleskan bedak anti gatal-gatal ke bagian yang terkena penyakit.(ref/red)
Kemudina disarankan juga mandi menggunakan sabun anti gatal-gatal atau sabun lain sejenisnya. “Tapi kini kondisi anak saya telah pulih, tidak demam cuma sering menangis”, tandasnya.