Liputanjambi Com. PoldaJambi- Ditreskrimum Polda Jambi gelar konferensi pers ungkap kasus investasi bodong pengembangbiakan ikan lele bertempat di Lantai 2 Gedung lama Mapolda Jambi Rabu, 22/06/22.

Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan menjelaskan bahwa Penipuan dan Penggelapan dengan modus investasi tersebut di lakukan oleh Kepala Cabang PT DHD Jambi berinisial AS. Pelaku ditangkap di daerah Bantul, Yogyakarta oleh Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jambi.

Dirreskrimum juga mengatakan bahwa pada kasus ini sudah ada 16 orang pelapor yang kini menjadi saksi.

Tersangka AS sendiri, beberapa waktu sebelumnya sudah ditetapkan sebagai DPO oleh penyidik karena kabur saat sudah ditetapkan menjadi tersangka.

“ Tersangka selalu berpindah tempat dari Kota Jambi lalu ke luar daerah namun akhirnya berhasil ditangkap di Yogyakarta ”, jelasnya.

Lanjut Dirreskrimum, bahwa dalam kasus ini ditemukan sebanyak 1.950 kolam dengan satu kolam bernilai 10 juta. Maka jika diasumsikan total kerugian dalam kasus ini sejumlah Rp 19,5 milyar.

” Para korban yang melapor menjelaskan bahwa sejak member mengirimkan uang nya kepada AS yang menjanjikan memberi keuntungan sejumlah Rp.960.000/40 hari setiap paket, namun banyak member yang tidak menerima hasilnya, jikapun ada hanya sebanyak 2 sampai 3 kali saja selebihnya tidak ada kabar lagi “, jelas Dirreskrimum.

Ditambahkan oleh Kaswandi bahwa AS akan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 penipuan dan penggelapan ”, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tutupnya.(FS).