Jambi-liputan jambi.com,Usai terpantau 795 hot spot titik api di sepanjang periode Januari sampai Juni 2022, Gubernur Jambi Al Haris langsung menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Dia tidak menginginkan lagi warga Provinsi Jambi merasakan dampak yang sangat buruk dari bencana Karhutla seperti yang pernah terjadi pada 2015 dan 2019 yang lalu. Karena itu, perlunya antisipasi sejak dini.

Baca Juga : Ria Ricis Curhat hingga Nangis karena Merasa Tak Dianggap, Kenapa?
“Kita mengharapkan agar kejadian Karhutla tidak terulang lagi, maka kita harus senantiasa bersiaga dan waspada. Kita harus terus berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan sedini mungkin, sehingga peristiwa Karhutla tidak terjadi lagi di seluruh wilayah di Provinsi Jambi, atau setidaknya meminimalisir luasan dan dampaknya,” kata Al Haris, Sabtu (11/6/2022).

Di samping itu, Gubernur menilai Karhutla memberikan beberapa dampak negatif yang luar biasa, seperti kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, dan udara.

Baca Juga : Komedian Adul Resmi Jadi Suami Wenty, Beri Mas Kawin Emas 13 Gram dan Uang Tunai Rp110.622
Dia menceritakan, pada tahun 2015 dan 2019 yang lalu, Provinsi Jambi pernah merasakan dampak yang sangat buruk dari Karhutla, selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya, juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan masyarakat.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melalui pantauan sensor Modis (satelit Terra Aqua dan Suomi NPP), pada tahun 2022 ini untuk periode Januari hingga 8 Juni 2022 di Provinsi Jambi terpantau titik api (hotspot) sebanyak 795 titik, dengan luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi periode Januari sampai Juni 2022 seluas 62,95 Ha.

Lantaran itu, Gubernur mengharapkan Satgas Karhutla dapat bekerja maksimal, efektif, dan efisien, karena fokus pada upaya pencegahan karhutla.

“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara persuasif dengan melibatkan semua pihak dari level atas hingga bawah menjadi salah satu langkah nyata kita dalam upaya pencegahan bencana karhutla,” kata Al Haris