Hujan yang melanda Bandung Raya sejak siang hingga sore tadi menyebabkan ratusan rumah terendam. Banjir merendam Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung itu terjadi akibat meluapnya Sungai Cikambuy.

Selain banjir, longsor juga terjadi di beberapa wilayah lainnya. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, longsor di Sungapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung menyebabkan dua orang tewas.

“Longsor yang terjadi di Jalan Raya Soreang menyebabkan dua orang tertimbun. Mereka adalah Rostini kurang lebih 30 tahun. Dan Siti yang diperkirakan berusia 9 tahun,” kata Martinus, saat dihubungi, Minggu (18/10).

Dia menjelaskan, peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Soreang menuju Ciwidey mencapai ketinggian hingga tiga meter dan panjang 10 meter. Guna mengantisipasi bertambahnya jumlah korban, aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiaga di sekitar lokasi banjir maupun longsor.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, banjir tersebut telah menyebabkan satu bocah tewas akibat hanyut terbawa arus air. Namun, dirinya belum bisa memberikan identitas korban.

“Ada seorang tewas terbawa arus air yang deras tadi setelah magrib, tapi kami belum tahu identitasnya,” ujarnya.

Sementara warga Panyirapan Dadi mengungkapkan, ketinggian banjir yang melanda rumahnya mencapai 1 meter. Menurutnya, banjir kali ini disebabkan luapan air sungai dan drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

“Di wilayah sini sebenarnya tidak terlalu sering banjir separah ini, sekarang besar sekali,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, di antaranya kompleks Cingcin Permata Indah (CPI) Desa Kamasan Kidul, Kecamatan Banjaran, Kampung Citaliktik, Kecamatan Soreang.

[tyo/merdeka.com]