Jakarta – Pebltmerintah mengajukan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang namanya menjadi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) Rp 150 ribu/bulan ke DPR pasca kenaikan harga BBM subsidi. Apa alasannya?

Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, pemberian BLSM dilakukan untuk orang miskin pasca kenaikan harga BBM subsidi, agar masyarakat tidak kaget dengan kenaikan harga BBM subsidi.

“Kita ingin menghindarkan rakyat miskin ini dari shock, pasti harga barang naik. Tapi penghasilan tetap bahkan tambah kecil. Kemampuan daya beli jangan sampai turun terutama yang renta. Masyarakat miskin jangan sampai lebih parah lagi,” kata Agung saat ditemui di Hotel JW Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (13/5/2013).

Dikatakan Agung, kenaikan harga BBM subsidi menurut rencana akan dilakukan awal Juni 2013. Apabila proses RAPBN-P 2013 yang terdapat anggaran kompensasi kenaikan harga BBM subsidi bisa segera disahkan DPR.

Nantinya, akan ada 65 juta rakyat miskin atau setara 15,5 juta rumah tangga sasaran (RT) yang menerima BLT selama kurun waktu 4-6 bulan. “Rp 150 ribu. Itu dikasih setiap bulan,” ujar Agung.

Selain BLSM, pasca kenaikan harga BBM subsidi, pemerintah juga merancang program perlindungan sosial lainnya untuk masyarakat miskin.

“Tambahan raskin, tambahan beasiswa siswa miskin, tambahan program PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan BLSM. Itu yang dibiayai oleh penghematan dari pengurangan subsidi,” tegasnya.(dtk)