ahok-201302011813281Gubernur Joko Widodo dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) melakukan terobosan dan gerakan baru yang patut ditiru oleh para kepala daerah. Yakni, jabatan camat dan lurah se-DKI segera dilelang dengan menjalani uji klayakan dan kepatutan (fit and proper test). Pada calon lurah dan camat juga harus punya program unggulan.

Bahkan, menurut Ahok, uji kelayakan dan kepatutan bakal melibatkan partisipasi masyarakat untuk menjadi juri (penilai). Masyarakat bisa menilai dan memberi masukan terkait rekam jejak calon camat dan lurah tersebut.

“Kita bisa cocokkan dengan walikota, cocokkan dengan masyarakat. Pak, kita banyak tim relawan kan. Kalau ada yang ngaku tahu info si calon kita tinggal cek. Fit and proper test orang ini,” kata Ahok di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/2/2013).

Menurut Ahok, calon lurah dan camat harus memperkenalkan program-program terbaiknya. “Orang yang pengen jadi camat, jadi lurah yang ngelamarlah gitu ya, membuat program ‘kalau saya jadi camat, saya bisa beresin ini’. Terus dia punya masa programnya, bisa saya face seperti apa. Nah terus mungkin dia bias bilang ‘saya bisa tambah biaya, tidak ada nyamuk pokoknya di kelurahan
saya’. Bisa gitu kan,” jelas Wagub DKI.

Ahok memastikan terobosan itu digelar Februari. “Februarilah, ini sudah Februari yah. Pokoknya jangan lewat Februarilah Pak Gubernur maunya,” terangnya sembari menambahkan, Pemprov DKI Jakarta sedang menggodok regulasi dan sistem pemilihannya.[dt/pesat news]