Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir

buswayBila kita ingin menuju halte TransJakarta, maka kita akan menaiki jembatan penyebrangan yang lumayan tinggi. Syukurlah sekarang halte tersebut sekarang sudah bisa di antisipasi dengan adanya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan eskalator.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah menghadiri sekaligus meresmikan fasilitas eskalator untuk jembatan penyeberangan orang (JPO) dan selter transjakarta di wilayah Salemba-Carolus, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 6 Maret 2013.  Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan eskalator ini adalah salah satu bentuk sumbangan korporasi pihak swasta. Pembangunan kaki tangga JPO yang menggunakan eskalator ini wujud peran serta dan partisipasi pihak swasta atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Sebuah seremoni disiapkan untuk meresmikan satu-satunya dan pertama JPO yang memiliki eskalator di Jakarta itu. Seratusan lebih undangan turut hadir dalam peresmian JPO ini.

Mereka membangun tangga berjalan di JPO yang terhubung ke halte bus Transjakarta yang semula hanya tangga ramp menjadi escalator outdoor arah naik dan turun di atas lahan miliknya seluas 114 meter persegi dan menyerahkannya kepada pemda DKI Jakarta.

Eskalator ini sekarang menjadi aset Pemda DKI, dan ini eskalator umum pertama sebagai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di wilayah DKI Jakarta. Walaupun belum diresmikan beberapa hari yang lalu masyarakat di sekitar halte ini sudah mengunakannya untuk naik dan turun menuju halte TransJakarta.

Ke depannya peresmian tangga berjalan ini dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk turut aktif membantu pemda DKI meningkatkan sarana transportasi umum dan halte-halte bus Transjakarta lainnya yang umumnya tinggi-tinggi dapat segera dibangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan eskalator.

Gubernur sangat berharap dapat mendorong pihak swasta lain untuk ikut aktif berpartisipasi dalam pelayanan masyarakat dalam bentuk JPO seperti ini. Setelah peresmian prasasti tanda dibukanya JPO ini, maka Gubernur DKI Jakarta Jokowi langsung meninjau lokasi dan mencoba naik tangga tersebut.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, Saya resmikan Jembatan Penyeberangan Orang dengan tangga berjalan,” kata Jokowi saat menekan tombol peresmian tangga berjalan.

Melalui peresmian ini, diharapkan dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk aktif berpartisipasi membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan dan peningkatan terhadap prasarana transportasi umum lainnya.

Akan tetapi ketika Jokowi yang mengenakan pakaian dinas itu menaiki anak tangga tersebut. Saat sampai di tengah, tiba-tiba tangga jalan itu pun berhenti. Jokowi diam sesaat, tanpa komentar apapun dia kemudian melanjutkan perjalanan ke atas dengan berjalan kaki. Dengan raut muka yang kaget, Jokowi menuruskan perjalanan ke lantai dua halte tersebut dengan berjalan kaki. Belum diketahui apa penyebab matinya tangga itu. Ada yang menyebutkan karena kelebihan penumpang/muatannya. Setelah Jokowi naik tangga, memang banyak orang yang mengikuti termasuk para jurnalis dan para undangan lainnya.

JPO atau tangga berjalan ini senilai Rp 6 Miliar tersebut adalah sumbangan Coorporate Social Responsibility (CSR) swasta pertama di Jakarta.  Eskalator ini bisa digunakan warga yang ingin menyeberang di Jalan Salemba Raya atau bagi penumpang TransJakarta yang melintasi halte Salemba-Carolus.