Jalan menuju bandara di ibukota Suriah, Damaskus, ditutup dan sejumlah penerbangan dibatalkan karena bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak di sekitarnya.

Namun stasiun TV pemerintah melaporkan bahwa militer sudah menguasai kembali beberapa bagian dari jalan tersebut.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa pertempuran di sekitar jalan menuju bandara ini dipicu oleh pengerahan tambahan pasukan pemerintah untuk operasi militer atas beberapa kawasan di sebelah timur Damaskus, yang dikuasai kelompok pemberontak.

Sebuah sumber di Tentara Pembebasan Suriah mengatakan kepada BBC bahwa serangan ke bandara sudah lama direncanakan dan pasukan mereka dalam beberapa hari belakangan semakin mendekat ke bandara.

Tujuannya, tambah sumber tersebut, adalah untuk menguasai bandara sepenuhnya dan bukan sekedar ‘serang dan lari’. Bagaimanapun belum ada laporan yang menyebutkan bahwa pasukan pemberontak sudah terlihat di bandara.

Menuding kelompok teroris

Maskapai penerbangan Emirates dan EgyptAir hari Kamis 29 November sudah mengumumkan pembatalan semua penerbangan ke Damaskus karena peperangan ini.

Sementara itu pemboman besar dilaporkan juga terjadi di kawasan pinggiran Damaskus.

Bentrokan ini terjadi ditengah-tengah Klik putusnyaKlik sambungan internet dan komunikasi telepon di seluruh Suriah.

Pemerintah Suriah sebelumnya memutus akses ke internet berbarengan dengan operasi militer besar, namun kali ini banyak yang terkejut karena pemutusan berlangsung secara nasional.

Pihak oposisi menuding pemerintah memboikot sarana komunikasi sejak Kamis, yang merupakan putusnya komunikasi yang terburuk sejak perlawanan atas Presiden Bashar al-Assad bermula sekitar 20 bulan lalu.

Namun Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, mengatakan kepada stasiun TV propemerintah bahwa kelompok teroris yang memutus sambungan internet.( bbc indonesiA)