Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus (HBA) menghimbau masyarakat agar konsumsi makanannya jangan hanya tertumpu pada konsumsmall_8007pak gubsi nasi. Gubernur mengakui bahwa nasi memang makanan pokok sehari-hari, namun demi mewujudkan ketahanan pangan, akan lebih baik jika memakan makanan beragam yang memiliki kandungan kalori dan nutrisi yang memadai.

Hal tersebut dikemukakan oleh Gubernur dalam Gerakan Diversifikasi Pangan di Provinsi Jambi Tahun 2013, di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Jumat (19/4).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, sebagai turunan dari program yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tema acara tersebut adalah “Ayo Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Berbasis Lokal.”

“Kita semua mengetahui, telah banyak program dan upaya yang kita laksanakan dalam meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan produksi pangan, untuk membangun swasembada pangan berkelanjutan. Kita harus terus peduli terhadap berbagai upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan ini, karena pangan merupakan masalah yang sangat mendasar. Kebutuhan pangan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditunda pemenuhannya,” ujar gubernur.

Gubernur menjelaskan, untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satu upaya adalah diversifikasi pangan, menuju produksi dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta berbasis sumber daya lokal.

Pola pangan harapan, menurut Gubernur, sampai saat ini masih dikategorikan rendah, karena kurangnya perhatian terhadap pangan yang beragam, bergizi, berimbang, dan aman.

“Diversifikasi pangan tidak hanya sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu, tetapi juga upaya peningkatan dan perbaikan gizi, menuju pola pangan harapan, guna mendapatkan manusia berkualitas, dan memiliki daya saing, serta penyediaan lapangan kerja untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutur gubernur.

Gubernur menegaskan, dirinya sangat konsen dengan percepatan penganekaragaman pangan ini dan meminta kepada Badan Ketahanan Pangan untuk mencari upaya terkait lainnya.

Dikatakan oleh gubernur banwa dirinya menyadari, dalam percepatan penganekaragaman pangan ini, ditemukan banyak kendala, seperti kurangnya pengetahuan masyarakat akan arti gizi dan kesehatan, makanan tradisional belum bisa menjawab selera pasar terutama selera generasi muda.

“Oleh karenanya, mari kita jadikan Gerakan Diversifikasi Pangan yang kita laksanakan hari ini , sebagai momen kebangkitan untuk mempercepat gerakan keanekaragaman pangan dan untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan ketahanan pangan yang kita hadapi,” himbau gubernur.

Usai memberikan arahan, gubernur meninjau stan-stan keragaman pangan berbasis sumberdaya lokal serta mencicipi aneka pangan tersebut