DSC_6214kemenkes telah mencetak dan mendistribusikan kartu Jamkesmas tahun 2013 untuk 86,4 juta penduduk Indonesia. Pendistribusian kartu Jamkesmas yang baru warna biru tersebut melalui 497 Dinkes Kab/Kota dan 9.900 Puskesmas di seluruh Indonesia. Selain itu, Kemenkes juga melakukan Sosialisasi di seluruh Indonesia secara bertahap dari bulan November s.d Desember 2012.

 Demikianlah disampaikan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS saat Temu Media tentang Perkembangan Percetakan dan Pendistribusian Kartu Kepesertaan Jamkesmas, di kantor Kemenkes (18/01). Hadir pada kesempatan tersebut Dirut PT. ASKES, DR.dr. Fachmi Idris, M.Kes; Ketua Pokja Bansos Kesehatan untuk Masyarakat Miskin TNP2K, Prastuti Soewondo, SE, MPH, Ph.D dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, drg. Usman Sumantri, M.Sc.

Dirjen BUK mengakui, pendistribusian Jamkesmas bukan pekerjaan yang mudah. Beberapa kendala yang dialami contohnya kartu peserta terlambat diterima oleh Dinkes Kab/Kota, kartu yang diterima rusak, terpotong, dan tulisan tidak terbaca. Sedangkan dari segi kepesertaan, peserta tidak ditemukan karena meninggal, pindah alamat dan peserta dapat kartu tetapi belum dapat digunakan di RS karena peserta baru.

“Mengenai peserta baru, kartu warna biru ini sudah bisa digunakan mulai 01 Januari 2013 dan pemegang kartu lama warna hijau tetap bisa digunakan tetapi sampai batas waktu tanggal 28 Februari 2013. Perbedaan ini karena untuk masa transisi bulan Januari dan Februari, diperkirakan masalah selesai per 1 Maret sekaligus menetapkan kartu lama tidak berlaku,” ungkap dr. Supriyantoro.

Dirut PT. Askes menambahkan pada awalnya pasti terjadi permasalahan, seperti penolakan kartu baru. ”Kami telah mengantisipasi untuk sosialisasi kepada Rumah Sakit yang belum tahu agar berkomunikasi dengan Askes Center di masing-masing RS,” kata dr. Fahmi.

Pada kesempatan itu, Dirjen BUK juga menjelaskan sistem ini juga dipersiapkan dalam rangka BPJS Kesehatan, mulai dari pendataan masyarakat miskin dan tidak mampu dan menetapkan Penerima Bantuan Iuran. Untuk  menghadapi BPJS 1 Januari 2014, Kemenkes telah mempersiapkan tiga Propinsi yang akan dijadikan model BPJS, yaitu Aceh, Jawa Barat dan Gorontalo pada bulan Juli 2013 mendatang.(kemenkes ri)