Ketua KPK Abraham Samad mengaku siap menandatangani surat perintah penahanan (sprinhan) tersangka kasus dugaan korupsi simulator Irjen Djoko Susilo besok. Abraham menyatakan kesiapannya jika memang para penyidik telah menyiapkan sprinhan.

“Besok saya tidak akan bergeser sedikitpun dari tempat duduk saya, dan ruangan saya. Saya hanya menunggu, teman-teman penyidik di lantai 7 dan 8 untuk menyodorkan surat penahanan,” ujar Abraham di usai bertemu dengan para aktivis ‘Save KPK, Save Indonesia’ di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/10).

Abraham menegaskan kembali dirinya tidak akan menolak dan akan langsung menandatangani, jika para penyidiknya merasa diperlukan untuk dilakukannya penahanan Jendral bintang dua itu.

“Dan jika surat penahanan itu ada di meja saya, saya tidak akan menolak untuk menandatanganinya,” tegasnya.

Mantan Gubernur Akpol itu dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan perdananya di KPK besok. Djoko akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus senilai Rp 196,8 miliar tersebut.

Biasanya para tersangka di KPK yang diperiksa perdana, akan dilangsungkan upaya penahanan. Sebelumnya, Irjen Djoko pada Jumat pekan lalu tidak hadir dalam pemanggilan pertamanya sebagai tersangka. Djoko tidak hadir dikarenakan pihaknya masih mempertanyakan kewenangan lembaga antikorupsi ini untuk menangani kasus yang merugikan negara sekitar Rp 90-100 miliar itu.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas mengaku dirinya yakin bahwa Djoko akan hadir dalam pemanggilan kedua ini. Dia mengatakan sebaiknya Irjen Djoko hadir karena menunjukkan keteladanannya sebagai seorang penegak hukum di negara ini.(merdeka .com)