Liputanjambi.com JAMBI – Kondisi pandemi yang terus berlanjut membuat banyak masyarakat Indonesia terkena dampaknya, salah satunya dibidang pangan. Jambi menjadi salah satu provinsi yang masih dalam keadaan zona merah dibulan Agustus ini. Guna mewujudkan ketahanan pangan yang tetap stabil bagi masyarakat Jambi, kelompok 1 KKN-T IPB University mengangkat program kerja berupa Budikdamber atau Budidaya Ikan Dalam Ember disalah satu mitra yakni RT 29 Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Paal Merah. Adanya Dapoer 29 sebagai tempat salah satu oleh-oleh khas Jambi berupa pengolahan ikan menjadi alasan diangkatnya program kerja budikdamber.

(31/7/2021), Kelompok 1 KKN-T mempraktikkan pembuatan budikdamber kepada perwakilan masyarakat di RT 29 yang kemudian dilakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat dengan membagikan flyer serta video budikdamber. Selebaran dan video tersebut berisi alat dan bahan serta cara pembuatan budikdamber. “Budikdamber memiliki sistem yang hampir sama dengan akuaponik, hanya saja tidak menggunakan sistem irigasi yang mengalir sehingga dapat dikatakan sebagai sistem sederhana dari akuaponik. Air menjadi media untuk tanaman dan ammonia atau feses ikan menjadi nutrisi bagi tanaman sehingga dapat tumbuh dengan baik” ungkap Fika salah satu mahasiswi Jurusan Budidaya Perairan IPB pada acara sosialisasi.

Kegiatan budikdamber ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh seluruh masyarakat RT 29 sehingga membantu menambah pemasukan bagi masyarakat RT 29 karena memiliki banyak kuntungan. Modal dalam pembuatan budikdamber ini juga cukup mudah didapat dengan harga yang cukup terjangkau, yakni menggunakan ember yang telah dipasang keran, gelas plastik bekas yang telah dilubangi, rockwool, benih tanaman serta ikan lele dengan padat tebar sekitar 1,5 L/ekor. Keuntungan yang dapat diperoleh dalam satu siklus ikan lele sekitar 2-3 bulan akan memanen 60 ekor pada ember 85 liter dan dapat memanen tanaman kangkung saat berumur 14-21 hari.(MH*)