Pemerintah menjamin agar warga korban pertikaian dua kelompok masyarakat di Lampung untuk bisa kembali ke desa mereka.

Sebelumnya sekitar 1.200 warga desa Balinuraga, Lampung terpaksa harus mengungsi ke Sekolah Polisi Negara, SPN Kemiling Lampung akibat konflik dua desa di wilayah itu.

Konflik tersebut dipicu oleh kabar pemuda dari desa Balinuraga melakukan hal yang tidak menyenangkan terhadap dua gadis dari desa Agom. Kedua desa terletak di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

“Iya, pemerintah menjamin itu. Mereka tidak boleh kehilangan hak-hak mereka dan keterikatan mereka dengan adat istiadat. Mereka warga negara yang harus kita lindungi dan jaga,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek

Pemerintah menurutnya juga belum memikirkan opsi relokasi terhadap kediaman warga yang menjadi korban konflik tersebut.

“Sama seperti kasus serupa di tempat lain opsi relokasi tidak merupakan sebuah jaminan (penyelesaian), yang penting bagaimana melokalisir supaya konflik tidak meluas.”

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini mengatakan semua pihak harus terlibat untuk mengatasi kasus di kerusuhan di Lampung dan tidak bisa hanya mengandalkan pada kerja Polisi dan TNI.

Ketegangan sudah reda

Pada hari Minggu ratusan warga Agom mendatangi desa Balinuraga dengan membawa senjata tajam dan perkelahian pun tidak terhindarkan.

Bentrokan susulan kembali pecah pada Senin sore setelah ribuan warga kembali mendatangi desa Balinuraga.

Sepuluh orang meninggal dunia dalam insiden ini.

Sementara itu Kepolisian Daerah Lampung mengatakan ketegangan di lokasi konflik sudah mereda.

“Sudah sejak pukul 16.00 kemarin warga yang melakukan penyerangan membubarkan diri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih

“Kondisi sudah kondusif saat ini,” tambahnya

Namun polisi belum bisa memastikan kapan warga akan bisa kembali ke desanya.

“Warga yang rumahnya tidak rusak bisa segera kembali. Kami menunggu pimpinan untuk segera kembali ke rumahnya masing-masing,” kata dia.

Sejauh ini belum ada pelaku penyerangan yang ditangkap. Namun dia menjanjikan polisi akan segera memproses pelaku penerangan dan tindak kekerasan dalam kasus ini.

“Pasti akan segera kami proses hukum,” kata Sulistyaningsih.(bbc.com)