Liputanjambi.com KOTA JAMBI – Video amatir yang sempat viral di media sosial Instagram beberapa waktu lalu yang menayangkan pemukulan kepada pemuda oleh salah satu anggota Satpol PP Kota Jambi menuai berbagai komentar dari warganet.

Kejadian tersebut berlokasi di seputaran Tugu Keris Siginjai pada Rabu malam (09/06/2021) lalu.

Selain video amatir pemukulan oleh anggota, terdapat juga video tentang klarifikasi pemuda yang mengaku dirinya sebagai korban penganiayaan tersebut.

Pemuda berinsial FD (21 tahun) yang mengaku dirinya korban saat dikonfirmasi pada Kamis malam (10/06/2021) dirinya mengatakan telah dianiaya dengan cara dipukuli, dibanting dan diancam oleh anggota Satpol PP pada saat itu.

“Pol PP datang nanya masker jadi aku bilang tidak ada masker pak. Saya disuruh pulang, pas mau pulang ditanya lagi ini sampah kamu ya, saya bilang tidak pak sampah saya cuma inilah minuman teh gelas,” ujar pemuda (FD).

Pemuda tersebut juga mengaku bahwa dirinya tidak sedang dalam kondisi mabuk.

“Saya tidak ada mabuk dan sudah di cek mabuk atau tidaknya. Kami juga disiram pakai air bak di sel tahanan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Jambi, Mustari, menegaskan bahwa anggotanya pada saat bertugas sama sekali tidak melakukan tindakan penganiayaan dan kekerasan terhadap pemuda tersebut. Jum’at, (11/06/2021)

“Ada tiga orang yang tidak menggunakan masker, saat diingatkan yang bersangkutan melawan petugas dengan kata-kata yang tidak pantas,” ujar Mustari.

Mustari menjelaskan bahwa pemuda tersebut terindikasi mabuk dan tercium minuman Tuak.

“Sesampainya di Kantor itu dibina dan diberikan masker. Setelah itu mereka membuat pernyataan tidak mengulangi kesalahannya kembali,” ucapnya.

Dirinya mengatakan siap jika kasusnya dibawa ke ranah hukum dan memiliki cukup bukti untuk membuktikan anggotanya tidak melakukan tindakan kekerasan sama sekali.

“Tidak ada unsur kekerasan. Kita siap ke jalur hukum apabila yang dikatakan media itu benar. Kita juga memiliki CCTV dan video rekaman. Karena ketika pulang kondisi mereka sehat,” tegasnya.

Kasatpol PP Mustari menghimbau untuk semua pihak agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.

“Kepada media ataupun media sosial hati-hati dalam menampilkan unsur-unsur yang belum tentu jelas pasti,” himbau Kasatpol PP. (Rio)