Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (Kiri) dan Sekda Prov Jambi Ir. Syahrasaddin (kanan) saat foto bersama saat HUT Pramuka ke 50 Tahun laluSekian lama seakan mati suri, Koperasi Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka  Jambi mulai bulan Mei 2012 kembali melaksanakan aktifitas, melalui usaha koperasi bernama koperasi Cikal Sejahtera. Kwarda Jambi akan menyertakan modalnya sebesar Rp500 ribu, seperti disampaikan Kakwarda  Gerakan Pramuka Jambi, Ir. H. Syahrasaddin, M. Si, Selasa (22/1), saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi ini di aula Kwarda Gerakan Pramuka Jambi.

“koperasi Cikal Sejahtera yang kini berganti nama menjadi koperasi Pramuka Sejahtera, telah kembali beraktifitas, dan menunjuk Subroto selaku Ketuanya, dan hingga akhir Desember 2012 telah menghasilkan sisa hasil usaha (SHU) yang cukup lumayan,” ujar Kakwarda.

Kakwarda meminta kepada pengurus yang baru agar lebih proaktif, bagi anggota yang terbukti tidak aktif, agar diminta ketegasannya, mau aktif atau memang mau mengundurkan diri. Menurutnya lebih baik dengan anggota sedikit tetapi aktif, dari pada tercatat anggota yang banyak tetapi tidak aktif, sehingga SHU-nya bisa dinikmati anggota yang aktif.

Kakwarda mengharapkan koperasi Pramuka Sejahtera mengembangkan usahanya, tidak hanya simpan pinjam, juga warung serba ada (waserba). Waserba ini nantinya juga melayani kebutuhan  masyarakat umum, disamping menyediakan pelayanan jasa, dimana Kwarda Gerakan Pramuka Jambi akan menyertakan modalnya sebesar Rp500 ribu.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Jambi, Arzi Effendi, SH, pada menyampaikan pada tahun 2012 yang baru lalu, ada beberapa perubahan peraturan menyangkut perkoperasian. Diantaranya perubahan Undang-undang (UU) perkoperasian, yang semula diatur dengan UU No.25 tahun 1992 telah dirubah dengan UU No.17 tahun 2012. UU perkoperasian terbaru ini terdiri dari 17 bab, 126 pasal dan nantinya akan dikeluarkan 10 Peraturan Pemerintah serta enam Keputusan Menteri (red/hms)