Liputanjambi.com Kota Jambi – mahasiswa IPB University bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jambi menyelenggarakan serah terima dan lokakarya Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Bertempat di aula Bappeda, kegiatan ini diselenggarakan guna membuka kegiatan KKN-T oleh mahasiswa IPB University yang berdomisili di Jambi. Tahun ini, IPB University mengangkat tema Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Techno Sociopreneur dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Bekelanjutan SDG’S. Beranggotakan 17 orang, tim KKN-T Kota Jambi melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah dengan fokus program di RT 26 dan RT 29 yang dimulai dari 5 Juli hingga 8 Agustus 2021,senin (5/7/2021).

Dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Jambi, Ir. Budidaya, M.For., Sc lewat sambutannya beliau menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota mencanangkan program Bangkit Berdaya. “Terapkan ilmu yang diperoleh khususnya pertanian ke masyarakat dan sebaliknya” pesannya. Kegiatan serah terima juga dihari oleh Dr. Berry Juliandi, S.si., M.Si. selaku perwakilan IPB University. Melalui sambutannya beliau menyampaikan bahwa mahasiswa harus belajar dari masyarakat karena tidak semua hal bisa didapatkan di bangku kuliah.

Disamping itu, Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi, Mariani Yanti, Ph. D menyampaikan rencana kerja sama berkelanjutan di bidang lingkungan untuk pembangunan bangunan Kota Jambi dengan IPB University. Acara dilanjutkan dengan kuliah potensi wilayah yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kota Jambi, Suhendri, S.H., M.Si. “Perekonomian Kota Jambi sebagian besar bergerak di bidang perdangan dan jasa. Kelurahan Eka Jaya didominasi oleh wilayah pertanian sehingga merupakan kesempatan besar untuk mahasiswa dalam belajar dan mengaplikasikan ilmu yang didapat di perkuliahan” pesannya.

Acara diakhiri dengan diskusi program oleh masing-masing kelompok KKN-T. Beberapa program yang dicanangkan diantaranya ecobrick untuk penanggulangan masalah sampah, digitalisasi dan marketing olahan produk lele dan keripik bayam guna meningkatkan perekonomian masyarakat, dan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) guna membangun ketahanan pangan dalam skala rumah tangga.(MH)