Ketua DPR RI Marzuki Alie menyayangkan cara Polri melakukan upaya menjemput paksa penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan. Marzuki menilai apa yang dilakukan Polri di Gedung KPK adalah langkah yang bersifat demonstratif.

“Ya, saya sangat menyayangkan. Harusnya caranya tidak dilakukan dengan cara demikian. Komunikasi kan bisa telepon-teleponan. Pak Abraham itu ada anak buah anda dari kami ada masalah hukum. Anak buahnya yang dari kami tersangkut masalah hukum. Tolong disuruh untuk melapor. Tidak ada cara-cara yang menurut saya demonstratif yang terjadi semalam,” katanya.

Hal itu disampaikan Marzuki usai acara Seminar Nasional ‘Berantas Korupsi Tuntut Transparasi’ di Auditorium Megister Manajemen Fakultas Ekonomi Budaya (FEB) UGM Yogyakarta, Sabtu(6/10).

Marzuki menyatakan jika memang ada masalah hukum terkait penyidik KPK, maka seharusnya Mabes Polri melakukan komunikasi yang baik dengan KPK.

“Kalau ada fakta hukum, kalau yang bersangkutan ada masalah hukum silakan, tapi sebagai sama-sama lembaga hukum harusnya bisa lakukan komunikasi. Tidak seperti tadi malam. Ini caranya saja. Hanya cara,” tuturnya.

Terkait apakah aka nada upaya pemanggilan terhadap Kapolri yang dinyatakan melakukan upaya kriminalisasi, Marzuki menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi III DPR RI. Marzuki juga menampik jika apa yang dilakukan oleh Mabes Polri adalah upaya kriminalisasi terhadap KPK.

“Soal pemanggilan itu urusan Komisi III. Enggak ada pertentangan sama-sama lembaga hukum kok. Nggak ada. Jangan mudah kita sebut kriminalisasi. Gak ada itu, gak ada. Saya kira janganlah kita jadi seolah olah salah dikit kriminalisasi, salah dikit kriminalisasi. Gak ada itu,” pungkasnya.

[did/merdeka.com]