Merangin, LJ- Sejumlah 5 Desa di Kabupaten Merangin, bakal melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati Merangin, terkait, adanya peraturan yang tidak berpihak kepada masyarakat tentang pembelian Bahan Bakar Minyak untuk keperluan masyarakat.

Masyarakat yang medapatkan rekomendasi dari Dinas ESDM Kabupaten Merangin, diperbolehkan melakukan pengisian menggunakan galon, diangkap tidak adil oleh kalangan masyarakat, karena masyarakat yang tidak mendapatkan rekomendasi dibatasi dimana untuk kendaraan roda empat hanya 100 ribu dan 20 ribu untuk kendaraan roda dua,pembeliannya pun hanya cukup satu kali

dengan tidak adanya rasa keadilan terhadap masyarakat, maka, rencananya Lembaga Swadaya Masyarakat HAM Indonesia dan Ormas Ipnu, Kamis nanti akan melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati Merangin, mereka meminta agar rekomendasi itu segera di cabut oleh Dinas ESDM karena hal ini tidak berpihak ke masyarakat.

Koordinator Aksi dari LSM Ham Indonesia, Hasril Tanjung, mengatakan, ini sangat tidak memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, karena hanya mereka yang mendapatkan rekomendasi dari ESDM yang bisa membeli pakai galon, sementara, masyarakat dibatasi pembeliannya” ini tidak bisa dibiarkan karena kebutuhan BBM bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi, untuk kepentingan masyarakat banyak” ucapnya.

Dikabupaten merangin antrian BBM di Merangin, sudah beberapa bulan ini terjadi. akibat antrian ini juga banyak di manfaatkan oleh oknum -oknum