Liputanjambi Com. Jambi – Bersama Pengacara dan Ketua DPD Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia ( AWDI ) Provinsi Jambi serta solidaritas masyarakat peduli dan ratusan Mahasiswa, Asril yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang pisang keliling mendatangi Kanwil ART BPN Provinsi Jambi untuk meminta keadilan Kamis / 30 / Juni / 2022.

Kedatangan Arsil tersebut, Terkait adanya dugaan Mapia tanah berkomplotan dengan oknum pegawai BPN mengeluarkan Sartifikat ganda yang tumpang tindi dengan Sartifikat tanah milik Asril yang iya dapat dengan cara membeli, memiliki bukti-bukti kuat berasal dari Notaris Halijah SH berikut struktur tanda bukti pembayaran PBB tiap tahunnya dan surat Roya dari Bank BRI.

Asril waktu di jumpai awak media mengatakan sudah tujuh tahun saya bersama Istri Elida Chaniago menduduki sebidang tanah berlokasi Pall 5 Jl. M. Kukuh Rt. 07 Kecamatan Kota baru Kota Jambi, tiba-tiba di tahun 2017 didatangi di duga seorang Mapia, mengklim bahwa tanah milik saya itu tanah miliknya dan meminta diperlihatkan tanda bukti sartfikat milik saya, saya perlihatkan, setelah itu mulai bertubi-tubi datang Intimidasi dari pihak Mapia. Papar Asril

Di tahun 2018 Mapia tanah tersebut bilang bahwa Mapia tersebut memilki Sartifikat dengan nomor 2375 Sartifikat hak milik, yang lebih muda tanggal keluar Sartifikatnya dengan sartifikat yang saya miliki, tapi para penegak hukum yang menengahi, menagani memproses seteru/sengketa, antara Mapia tanah tersebut dengan saya selaku orang awam, seolah-olah tutup mata dalam mengambil keputusan, mengakibatkan istri saya Elida Chaniago diPidana sepuluh bulan penjara di Rutan Kabupaten Muara Jambi, atas laporan pidana oleh pihak mapia, penyorobotan lahan dan menyewakan tanah orang lain. Ungkap Asril.

Dengan membawa sepeda ontelnya yang bermuatan pisang, Asril tampak ditengah para solidaritas masyarakat peduli dan mahasiswa yang orasi mengudarakan suara menggunakan penguat suara didepan kantor BPN Provinsi, usut tuntas komplotan Mapia tanah yang mengintimidasi kaum lemah seperti Asril, hukum harus ditegakkan jangan tumpul keatas runcing kebawah, dengan membawa atribut spanduk bertuliskan, turut berduka cita atas matinya keadilan.

Tidak berlangsung lama para pengunjukrasa menyampaikan aspirasi dan tuntutan dalam orasinya langsung dipasilitasi diminta oleh pihak kantor BPN, beberapa perwakilan dari pendemo untuk berdialok dengan Kabid sengketa tanah pihak BPN terkait solusi untuk mengembalikan hak- hak dan keadilan Asril yang diduga korban dari Mapia tanah bersama oknum pegawai.

Dilain tempat Reza Andrean Fahri Kepala bidang Pengendalian penanganan sengketa BPN mengatakan, tidak ada tawar menawar untuk Mapia tanah akan kita usut tuntas kalau ada oknum BPN yang terlibat dalam permasalah ini, berikut pernyataan Pengacara yang mendampingi Asril Maizarwin SH, MA, M. Menyampaikan Alhamdulilah kedatangan kita hari ini disambut dengan baik oleh pihak Kanwil BPN Provinsi Jambi, menyatakan Sartifikat Asril sah kebenarannya.(FS).