IWN_3858Parlemen Indonesia (DPR RI) mendukung peningkatan kerjasama antar Indonesia-Maroko diberbagai bidang khususnya tukar pengalaman dengan Indonesia terkait isu demokrasi, otonomi daerah, dan Islam.

“Jadi, Maroko sangat bersemangat untuk memperkuat kerjasama antar Indonesia dan Maroko, khususnya antar parlemen dengan parlemen. Kita sudah punya tools, yaitu Group Kerja Sama Bilateral (GKSB), ini akan kita optimalkan,” kata Ketua BKSAP DPR RI Surahman Hidayat usai mengadakan bilateral meeting dengan delegasi parlemen Maroko, Karim Ghellab, di Convention Center, Level-2, Cumbaya-Ecuador, Minggu (24/3).

Menurut Surahman, Maroko ingin tukar pengalaman dengan Indonesia khususnya bantuan Yudisial, maupun otonomi daerah. Karena melalui cara itu mereka ingin adanya formula yang tepat dalam mengatasi ancaman separatis melalui konsep dan formula otonomi khusus.

“Maroko mengundang Indonesia, kalau bisa ada bahan-bahan tertulis mengenai masalah otonomi khusus, masalah kontabilitas antara agama khususnya Islam dengan demokratisasi. Kemudian masalah budaya, dimana Indonesia dipandang memiliki modal budaya yang baik, sehingga ini menjadi modal dalam menjalin kerjasama antar kedua negara,” ujarnya.

Intinya, Maroko ingin belajar dari Indonesia yang sudah memiliki pengalaman lebih dulu dalam menjalani tahapan reformasi demokratisasi. Jadi Indonesia merespons dan menyanggupi, apakah nanti Maroko berkunjung ke Indonesia atau kita yang berkunjung ke Maroko tentunya dengan membawa bahan-bahan yang lebih detail terkait masalah otonomi khusus, tandas Ketua BKSAP menambahkan(dprri)