Sarolangun-LJ, Naas bagi Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Indonesia Provinsi Jambi, Riyadi, jauh-jauh datang dari Kota Jambi ke Kabupaten Sarolangun ingin bertemu dengan Bupati atau Pejabat yang berwenang dengan apa yang akan di konfirmasikannya. Sayang Pejabat Kabupaten Sarolangun selama dua hari tidak berada di tempat alias keluar kantor. Berkenaan dengan hal tersebut LiputanJambi.com mencoba mempertanyakan tujuan LSM GI ini menemui Pejabat Pemkab Sarolangun, “saya ingin mengkonfirmasika mengenai adanya dugaan Pungutan Liar pada Instansi Dinas Energi & Sumberdaya Mineral (ESDM) Kabupaten Sarolangun terhadap keberadaan Pengusaha Pertambangan Batu Bara di Kabupaten Sarolangun” ungkap Riyadi pada LJ.com.

Riyadi juga menambahkan bahwa telah terjadi dugaan pungutan tanpa adanya dasar hukum yang dilakukan oleh Kepala Dinas ESDM dengan berkedok Kewajiban Pengusaha pertambangan dan Kebijakan Daerah. Menurutnya, bahwa pungutan yang dilakukan oleh Kepala Dinas ESDM terhadap pengusaha Batu Bara sangat bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada. Yang sangat disayangkannya adalah tidak ada ditempat alias bolos kerja Kepala Dinas ESDM dan beberapa Pejabat Pemkab Sarolangun termasuk Bupati yang katanya sedang ke Singapur membuat Riyadi geram. “ini kantor Bupati sepi dari pejabat, mereka pada kemana apa mereka bolos kerja atau hanya nerima gaji buta?” tanya Riyadi pada LJ.com

“saya sudah seminggu di Kabupaten ini, investigasi masalah ini, namun tidak ada satu orang pejabat pun yang berada di tempat, kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) diminta untuk menegur keras para pejabat tersebut” ungkap Riyadi. (timLJ)