Kampus-kampus Eropa masih menyimpan daya tarik dan menjadi magnet bagi ribuan pelajar Indonesia setiap tahun. Dari banyak pilihan program studi, ada dua jurusan yang sangat diminati mahasiswa Tanah Air.

Duta Besar Uni Eropa Julian Wilson menyatakan bidang teknik dan ilmu terapan bisnis merupakan dua jurusan paling diminati. Alasannya, dua jurusan ini dianggap menunjang karir selepas kuliah.

“Teknik diminati karena Eropa memiliki reputasi di bidang itu, kemudian jurusan bisnis juga populer di kalangan mahasiswa Indonesia karena ada kesempatan magang di perusahaan Eropa di sela-sela kuliah,” ungkap Wilson saat ditemui di Pammsenara UOB Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Selain dua bidang studi tadi, jurusan yang berkaitan dengan budaya dan bahasa menjadi terpopuler ketiga. Wilson menjamin kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Eropa, terutama terkait penyediaan beasiswa akan terus meningkat. Meski Eropa masih dibayangi krisis ekonomi.

Tahun lalu, pertumbuhan perdagangan Uni Eropa-Indonesia meningkat 16 persen. Wilson merasa momentum itu dapat dijadikan peluang bagi negara-negara anggotanya untuk memberi dana penelitian bagi dosen asal Indonesia, terutama bagi proyek yang dapat memberi keuntungan dua belah pihak.

“Kita arahkan agar penelitian itu dapat menghasilkan produk nyata, seperti obat-obatan, produk teknologi,” ujarnya.

Selain itu, status Indonesia sebagai anggota G-20 menandakan akan muncul peningkatan kebutuhan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

“Kami percaya minat pelajar Indonesia bersekolah di Eropa akan terus meningkat setiap tahun,” harapnya.

Tahun ini diperkirakan 3.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di seluruh Uni Eropa. Ditambah dengan program gelar ganda dan penelitian singkat bagi doktor, jumlah mahasiswa Indonesia mencapai 6.000 orang. Jumlah itu belum termasuk pelajar yang menggunakan uang pribadi.( merdeka.com)