Bentrokan antarwarga di Desa Balinuraga, Lampung Selatan menyebabkan 12 orang tewas dan puluhan rumah rusak dan dibakar. Atas kondisi itu, pemerintah akan mengutamakan proses rehabilitasi terhadap wilayah konflik, termasuk menindaklanjuti 10 kesepakatan yang disusun tokoh masyarakat yang saling menyerang.

“Wakil presiden meminta untuk segera rehabilitasi. Ada tiga hal yang menjadi objek rehabilitasi terutama fasilitas umum yang rusak atau dirusak, rumah-rumah yang dirusak dan rumah-rumah yang tidak layak huni tidak hanya di sekitar wilayah konflik,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Wakil Presiden, Jakarta (5/11).

Pelaksanaan proses rehabilitasi terhadap bangunan-bangunan yang terkena dampak konflik beberapa waktu lalu itu dilaksanakan langsung melalui Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Sosial. Untuk melaksanakan proses rehabilitasi itu, pemerintah sudah menyiapkan anggaran khusus dari APBN Perubahan 2012.

“Anggaran sudah ada, besarannya menunggu hasil pantauan besok. Nanti kalau sudah kembali dari sana dan mapping sudah ada, Kemenpera sudah nyatakan sanggup (perbaiki rumah) betul,” tandasnya.

Terkait kondisi saat ini, pemerintah masih berupaya mendorong kesepakatan damai antara dua kelompok yang bertikai. Pertemuan difasilitasi langsung melalui Gubernur dan Pemerintah Daerah Lampung Selatan.

“Awal pertemuan, karena suasana panas masih belum dicapai kesepakatan meski ada beberapa kesepakatan yang disetujui mereka. Bapak Gubernur masih mendorong untuk melakukan pertemuan-pertemuan lanjutan,” paparnya.

Terkait pendekatan hukum terhadap para pelaku termasuk provokator yang melakukan perusakan dan pembunuhan selama berlangsungnya bertrokan, Djoko menjawab hal itu tidak termasuk dalam prioritas yang disusun dalam rencana rehabilitasi.

“Prioritas tidak di situ (hukum) dulu, prioritas bagaimana bisa damai di bawah, rehabilitasi bisa dilaksanakan dulu, obati dulu, bagaimana pengungsi bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Step by step, agar semuanya bisa tertangani dengan baik,” katanya.

[did/merdeka.com]