Liputanjambi.com Jambi-Pemerintah Provinsi Jambi melarang pejabat di daerah itu melaksanakan open house atau halal bi halal saat lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, guna memutus penyebaran COVID-19.

Pj Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni mengingatkan kepala daerah dan pejabat di daerah lainnya untuk menahan diri dan tidak melaksanakan kegiatan open house.

“Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19, agar (pejabat daerah) tidak melaksanakan buka puasa bersama dan open house saat hari raya Idul Fitri,” katanya, Minggu (2/5).

Ia mengingatkan kepala daerah untuk menghindari pelaksanaan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumuman, terutama dalam kegiatan open house pada saat Lebaran.

Menurutnya, angka COVID-19 di Jambi saat ini cenderung mengalami peningkatan, sehingga menuntut kerja ekstra dari pemerintah daerah untuk meningkatkan disiplin aparatur negara dan masyarakat sipil.

Cahya Murni mengungkapkan dari 11 kabupaten dan kota di daerah itu, sebanyak tiga daerah sudah berada di zona merah atau zona risiko tinggi penularan COVID-19. Daerah itu antara lain Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci. Sementara sisanya masuk zona oranye dan zona kuning.

Total, sampai Minggu (2/5) warga Jambi yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan masih menjalani perawatan mencapai sebanyak 1.411 orang.

Mengingat kondisi tersebut, ia meminta penerapan protokol kesehatan ditingkatkan di seluruh Jambi. Termasuk mengamankan jalur mudik di perbatasan dengan provinsi tetangga yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran virus corona.

Bersama Forkopinda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparatur sipil negara, Pemprov Jambi mendeklarasikan larangan mudik, dan larangan open house di halaman kantor gubernur Jambi.

“Walaupun tidak mudik, tidak bertemu fisik, Lebaran tetap asik,” kata Hari Nur Cahya Murni(a.intang)