safety2Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menegaskan bahwa pengusaha harus dan wajib memperhatikan keselamatan kerja. Hal itu dikemukakan oleh Gubernur kepada para wartawan yang mewawancarainya usai Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan Pernyataan Dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2013, bertempat di Pelabuhan Talang Duku, Kamis pagi (7/2).

          Gubernur menyatakan bahwa dirinya mengatakan seluruh pengusaha harus dan wajib memperhatikan keselamatan kerja. “tadi juga dikatakan ada Program Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI), zero accident.

 Kita harapkan itu jadi perhatian khusus oleh Daerah. Tugas kita Pemerintah Daerah termasuk Dinas Tenaga Kerja di daerah adalah memperhatikan keselamatan kerja, dari sisi apa pun sebab ada persyaratan-persyaratan dari segi keselamatan kerja. Misalnya  di suatu tempat atau wilayah, lokasi, apa itu pabrik dan sebagainya, apabila mengerjakan sesuatu kesematan kerja diutamakan.

 Pidato Menteri Tenaga Kerja itu menjadi perhatian kita bersama,terutama para pengusaha di daerah,” jelas Gubernur.

         Sebelumnya saat upacara Gubernur selaku Inspektur Upacara membacakan dan menyampaikan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI, Drs.H.Muhaimin Iskandar,M.Si tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan Pernyataan dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2013.

        Muhaimin Iskandar menyatakan  K3 pada 12 Januari 2013 merupakan tahun keempat bangsa Indonesia berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam mendukung cita-cita besar Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015 sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.372/Men/XI/2009.

       “Saudara-saudara sekalian  di penghujung tahun 2011 tepatnya tanggal  26 November 2011  kita semua tersentak atas runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 20 orang dan harta benda. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksanaan K3 pada pekerjaan perawatan kurang memadai.

        Kejadian ini harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah terulangnya kejadian yang serupa. Oleh karena itu saya sebagai pemegang  Policy Nasional K3, berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menghimbau dan menyerukan kepada semua pihak harus lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan mulai dari perencanaan, pembuatan/pemasangan, pengoperasian/pemakaian dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi dalam upaya menjamin keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja, maupun masyarakat sebagai konsumen barang atau jasa hasil produksi atau sebagai pengguna sarana dan fasilitas umum,” tutur Muhaimin Iskandar.

       Muhaimin Iskandar mengungkapkan, berdasarkan laporan ILO, setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal ± 6.000 kasus, sementara di Indonesia setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang fatal akibat kecelakaan kerja, maka tingkat keparahan kecelakaan kerja diseluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi.

       Kalkulasi ILO tentang kerugian akibat kecelakaan kerja di Negara-negara berkembang mencapai 4% dari GNP. Ini adalah angka yang cukup besar yang memerlukan perhatian serius oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi.

      Untuk itu saya harapkan kepada para pengusaha dan tenaga kerja hendaknya lebih banyak mengambil inisiatif dalam meningkatkan kinerja K3 di tempat kerjanya masing-masing. Selain itu saya harapkan juga hendaknya K3 diintegrasikan pada setiap jenjang manajemen perusahaan melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja, menekan tingkat keparahan dan yang selalu kita dambakan bersama yaitu pencapaian kecelakaan nihil,” ujar Muhaimin Iskandar.

      Pada tanggal 16 Oktober 2012 saya telah meluncurkan program ”Saya Pilih Selamat” sebagai ajakan meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan dan pentingnya berperilaku aman. Untuk itu kami mengajak seluruh stakeholder dan seluruh masyarakat bergerak dan bertindak menjadikan program ”Saya Pilih Selamat” menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan budaya K3. Ikon tersebut hendaknya kita dengungkan setiap hari agar memotivasi kita dalam berperilaku selamat,” lanjut Muhaimin Iskandar.

      Usai upacara, PT Wira Karya Sakti (WKS) bekerjasama dengan PT Pelindo II menampilkan atraksi keselamatan kerja berupa simulasi pemadaman kebakaran.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Muaro Jambi, Kemas Muhammad Fuad, beberapa oranga kepala SKPD atau yang newakili dari Pemerintah Provinsi Jambi, para pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, para perwakilan dari Perusahaan-perusahaan di Provinsi Jambi, serta para undangan lainnnya(hms)