Liputanjambi Com. Polda Jambi- Tim Ditreskrimsus Polda Jambi laksanakan konferensi pers pengungkapan kasus illegal drilling pada Rabu, (22/06/22).

Wadirreskrimsus Polda Jambi AKBP M. Santoso menyampaikan bahwa Illegal Drilling yang diungkap Tim Tipiter ada dua tempat yakni Desa Bukit Subur Unit VII Kec. Bahar Selatan dan Desa Bungku Kec. Bajubang.

” Kronologi penangkapan para tersangka diawali dengan adanya laporan masyarakat yang menyebutkan adanya aktifitas illegal drilling, setelah mendapatkan laporan tanggal 17 Mei 2022 Tim Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi

langsung menuju lokasi TKP, di TKP Tim mengamankan 4 orang tersangka beserta Barang Bukti yakni 3 Unit sepeda motor yang sudah dimodifikasi, 3 pipa Canting besi, tali tambang, blower, dan jerigen 5 liter”, Jelas Santoso.

Kemudian pada tanggal 11 Juni 2022 tim kembali melakukan pengembangan turun ke TKP kedua yaitu, di Desa Bungku, Bajubang mengamankan 10 orang tersangka yang juga sedang melakukan aktifitas illegal drilling.

” Keseluruhan pelaku yang diamankan langsung dibawa ke Mapolda Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, di TKP kedua tim Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi juga mengamankan barang bukti berupa 9 unit motor modifikasi, 9 rol tali tambang, 7 canting besi dan 2 paralon “.

Ditambahkan Wadirreskrimsus Polda Jambi bahwa pelaku akan dikenakan sanksi atas pasal 52 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang MIGAS dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda Rp. 60.000.000.000. Ungkapnya.(FS).