JAKARTA LJ-Polda Metro Jaya berhasil menangkap lima tersangka, dari total enam pelaku perampokan terhadap nasabah bank. Kelima tersangka yang berhasil ditangkap yaitu Anton, 22 tahun, Edy, 37 tahun, AT, 45 tahun, Hari, 36 tahun, dan Doni, 27 tahun. Mereka ditangkap di lima tempat berbeda di Jakarta, Bali, Bandung, Palembang, dan Pekanbaru.

“Satu pelaku, yaitu Rizky, usia 25 tahun, tewas tertembak karena melawan saat akan ditangkap,” kata Komisaris Besar Toni Harmanto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Minggu (24/6/2012). Menurut Dir Reskrimum, Rizky tewas tertembak di Apartemen Gading Asri, Jakarta Utara, pada Kamis, 21 Juni lalu. Penyidik masih mengejar satu pelaku lain, yaitu Muslim alias Guru.

Direktur Reserse Kriminal Umum menuturkan keenam pelaku memiliki peran berbeda dalam melakukan aksinya. Tersangka Rizky merupakan aktor utama di setiap aksi perampokan. Rizky, kata Toni, tidak segan-segan menembak korban bila melakukan perlawanan. Sementara Doni, Edy, dan Anton berperan mengendarai sepeda motor dan merampas barang milik korban.

“Hari merupakan kapten mereka,” katanya. Toni menyebutkan para pelaku telah beroperasi sebanyak 15 kali dengan rincian di Jakarta sebanyak 12 aksi, Depok dua aksi, dan Bogor sekali. Total uang yang berhasil dirampok oleh para pelaku sebanyak Rp 800 juta.

Sementara itu, Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, mengatakan pelaku menggunakan dua modus. “Mereka memecahkan ban atau kaca kendaraan korban dan cara lainnya mengikuti korban,” kata Helmy. Sebelum melumpuhkan korban, ia melanjutkan, pelaku terlebih dahulu mengintai korbannya di bank.

Dari para tersangka polisi menyita tiga pucuk senjata, puluhan butir peluru, tiga senjata tajam, telepon genggam, uang tunai Rp 50 juta, lima unit sepeda motor, dan dua unit mobil. Menurut Helmy, tiga senjata api yang dipakai tersangka dua merupakan senjata pabrikan dan satu air softgun. “Kami masih lakukan penyidikan dari mana tersangka mendapatkan senjata api ini,” kata dia.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,” ucap Helmy.(bidhumas Polda Metrojaya)