Liputanjambi.com Tanjung Jabung Timur-
Bareskrim Polri melimpakan berkas perkara penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat kepihak kejaksaan agung ( Kejagung ).

Penyerahan berkas tahab 1 diserahkan ke Jaksa Peneliti atau Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung hari ini” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta Senin/7/Juni/2021.

Pelimpahan tahab 1 itu terdiri dari tujuh berkas untuk tujuh orang tersangka. Menurut Argo setelah pelimpahan, pihaknya menunggu dari Kejagung apakah berkas tersebut sudah dinyatakan lengkap atau belum.

Apabila nantinya dinyatakan lengkap, kata Argo, Pihak Penyidik akan langsung melakukan tahab II atau pelimpahan barang bukti dan tersangka ke korps Adhyaksa.

“Pelimpahan berkas Perkara sebagaimana diamanatkan KUHAP untuk dilakukan penelitian selama waktu tertentu (14 ) hari, apabila dinyatakan cukup dan lengkap maka penyidik mempunyai kewajiban untuk melakukan tahab II, ujar Argo.

Dalam kasus ini KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka dugaan suap pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainya sebagai tersangka yakni Camat Pace Dupriono, Plt Camat Tanjungnaom, Camat Sukomoro Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo dan ajudan Bupati Nganjuk M.Izza Muhtadin. (Fs).