JAKARTA LJ Facebookers dan para pengguna twitter yang biasa disebut tweeps. dihimbauan dan disampaikan terkait kasus yang menimpa Yogi Santani (22) yang ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus foto palsu korban Sukhoi.

“Saya mengimbau agar dalam upload ke media antara gambar dan penjelasannya disesuaikan dengan faktanya,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Drs. Sutarman saat dikonfirmasi.

Menurut Kabareskrim Mabes Polri, akan fatal akibatnya kalau gambar palsu diunggah ke media sosial. Masyarakat harus hati-hati jangan sembarang memasang foto.

“Sehingga masyarakat tidak menerima berita bohong yang dapat mempengaruhi psikologis masyarakat,” jelasnya.

Yogi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebar foto palsu korban Sukhoi. Ia dijerat dengan pasal 51 ayat 1 junto pasal 35 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hingga saat ini, mahasiswa asal Lampung tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

sumber :divisi humas mabes polri