Santun dan sopan, itulah sikap puluhan Polwan yang menggelar aksi kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di Yogyakarta. Di tengah terik, mereka mendatangi pengendara maupun pejalan kaki.

Puluhan Polwan menyapa masyarakat sambil mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (27/11/2012).

“Cukup banyak kekerasan yang terjadi pada perempuan. Tapi disayangkan yang melapor hanya sedikit, mungkin karena malu atau takut,” kata Kasubid Penmas Humas Polda DIY, AKP Sri Sumarsih, di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta.

Melalui kampanye ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat. Sehingga jika terjadi tindak kekerasan, mereka segera melapor. Tidak perlu takut atau malu.

“Bu, jangan ada kekerasan di keluarga. Jika ada masalah dibicarakan baik-baik,” ungkap salah satu Polwan kepada ibu-ibu pejalan kaki.

Dalam aksi kampanye yang bekerja sama dengan LSM Perlindungan Perempuan Rifka Anisa ini, para Polwan membagi-bagikan brosur, stiker dan pin yang berisi seruan stop kekerasan terhadap perempuan. Mereka juga membentangkan spanduk besar bertuliskan “Hari Anti Kekerasan Perempuan dan Anak”, “Anak adalah Aset Keluarga dan Bangsa”, “Bahagiakan da Jauhkan Mereka dari Kekerasan”.

Aksi kampanye ini juga digelar di beberapa titik lain seperti di perempatan Jombor, Tugu, dan perempatan Condongcatur Yogyakarta.