Pemerintah Burma mengatakan tiga orang tewas dan lebih dari 300 rumah dibakar dalam kekerasan terbaru di Rakhine, negara bagian di Burma barat.

Perkembangan ini disampaikan pejabat kejaksaan di Rakhine kepada BBC.

Warga setempat mengatakan komunitas Islam dan Buddha saling serang dengan menggunakan pisau.

Belum diketahui secara pasti penyebab aksi-aksi kekerasan terbaru. Beberapa laporan menyebutkan kalangan Muslim dan Buddha di Rakhine saling tuduh sebagai penyebab kekerasan.

Beberapa kalangan mengatakan ini adalah salah satu insiden terburuk setelah aksi-aksi kekerasan bulan Juni lalu yang menewaskan sekitar 80 orang.

Peringatan PBB

Beberapa waktu lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa situasi di Burma masih tegang, menyusul insiden bulan Juni.

Kekerasan ini dipicu kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita Buddha oleh tiga warga Muslim.

Warga Buddha yang marah kemudian membunuh 10 warga Muslim. Dari sini gelombang kekerasan dengan berbagai skala terus muncul.

Ketegangan antara penduduk mayoritas Buddha di Rakhine dan komunis Muslim Rohingya telah berlangsung lama.

Pemerintah Burma tidak mengakui warga Muslim Rohingya sebagai warga negara penuh di negara tersebut dan menganggap mereka sebagai pendatang gelap.

Agustus lalu pemerintah membentuk tim untuk menyelidiki kasus-kasus kekerasan antara masyarakat Buddha dan Muslim.

Seruan agar tim ini melibatkan PBB atau masyarakat internasional ditolak pemerintah Burma.(bbc.uk)