togaurlGuna mengurangi tingkat pengangguran di daerah-daerah, sepanjang tahun 2012, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) telah mengirimkan 1.300 orang Tenaga Kerja Sarjana (TKS) sebagai sarjana pendamping ke kawasan perkotaan dan perdesaan yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertans) mengatakan, tugas utama dari para lulusan sarjana baru (fresh graduate) ini adalah melakukan pendampingan kepada para pencari kerja dan kelompok-kelompok usaha masyarakat binaan di bidang penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja Adapun jumlah TKS yang akan ditempatkan pada setiap provinsi tersebut bervariasi antara 20 sampai 60 orang dan setiap TKS wajib membina 1 sampai 2 kelompok yang beranggotakan 10 orang.

Sasaran pendampingan diprioritaskan bagi para pencari kerja usia muda serta masyarakat di perkotaan dan perdesaan yang merupakan kantong-kantong TKI. “Para sarjana itu bertugas menggerakkan, melatih dan mendampingi masyarakat dan para pencari kerja dalam mencari dan menciptakan kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan perdesaan,” kata Muhaimin dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (2/1)

. Menurut Muhaimin, pengiriman sarjana pendamping ke daerah perkotaan dan perdesaan itu dilandasi atas pertimbangan bahwa masyarakat di perkotaan dan perdesaan perlu didampingi untuk mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. Program Tenaga Kerja Sarjana atau sarjana pendamping ini bertujuan mendayagunakan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki para sarjana untuk melaksanakan program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat, ujarnya. Sarjana pendamping yang diterjunkan ke masyarakat, kata Muhaimin merupakan lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan tetap, namun berminat mengabdikan dirinya secara sukarela untuk membantu masyarakat.

“Mereka menjadi motivator, fasilitator, innovator, komunikator dan dinamisator bagi kelompok masyarakat yang didampinginya,” kata Muhaimin. Dalam melaksanakan tugasnya, para sarjana pendamping itu harus mempersiapkan program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan pengembangan usaha eklonomi produktif, padat karya, teknologi tepat guna dan kewirausahaan, tandas Muhaimin.(rm/info publik.org)