Liputanjambi.com JAMBI – Sampah yang dihasilkan di Kota Jambi saat bulan ramadan tahun ini, peningkatannya tidak signifikan. Hanya meningkat 5 persen, dibandingkan hari-hari biasa, sebelum bulan ramadan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi menyampaikan bahwa pasar bedug di Kota Jambi masih tidak buka dalam ramadan tahun ini. Sebab, pandemi COVID-19 belum berakhir.

Tidak heran, peningkatan sampah di Kota Jambi tidak signifikan. Sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Jambi, kini rata-rata mencapai 330 ton dalam satu hari.

Ia pun mengatakan bahwa sebelum ada pandemi COVID-19, sampah yang dihasilkan masyarakat saat bulan ramadan, meningkatkan 15 sampai 20 persen.

“Kalau ramadan yang tidak ada pandemi COVID-19, sampah meningkatkan 15 sampai 20 persen dalam satu hari. Kalau tahun ini, cuma 5 persen meningkat,” tuturnya, Jumat (23/4).

Karena itu, proses penanganan sampah dalam ramadan kali ini, tidaklah sulit. Menurut Ardi, efektivitas pengangkutan sampah pada ramadan tahun ini sama seperti hari biasa.

Sampah yang dihasilkan di Kota Jambi bakal sampai di TPA Talang Gulo Sanitary Landfill sebagai perhentian akhir. Ada 77 tenaga kerja yang mengelola sampah di sana.

TPA Talang Gulo Sanitary Landfill sendiri, kata Ardi, masih belum menghasilkan tenaga listrik. Saat ini, daya listrik tambahan di TPA Talang Gulo masih berasal dari pengelolaan sampah di TPA yang lama.

“Kalau sampah yang di Sanitary Landfill, belum diolah menjadi tenaga. Yang bisa dimanfaatkan itu adalah gas bio metan yang dihasilkan dari TPA yang lama,” pungkasnya. (Yul)