Prediksi-Soal-Ujian-Nasional-SMP-2012Batanghari(MAN Muara Bulian)—Seperti yang amanatkan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional (UN) tahun 2013 yang ‘mewajibkan’ setiap satuan pendidikan untuk mensosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nmr 3 tahun 2013 tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelengaraan ujian sekolah, madrasah, pendidikan kesetaraan dan Ujian Nasional; (2) Peraturan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Nmr: 0020/P/BSNP/I/2013 Tentang Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Luar Biasa, Sekolah Menengah Kejuruan, serta pendidikan pendidikan Kesetaraan Program Paket A/Ula, Program Paket B/Wustha, Program Paket, dan Program Paket C Kejuruan tahun pelajaran 2012/2013.

Bagi MAN Muara Bulian, sosialisasi ini harus dilakukan untuk menyatukan persepsi yang sama guru dan orang tua siswa tentang pelaksaan Ujian Nasional tahun 2013. Apalagi tahun ini ada tambahan ‘beban’ madrasah dalam penyelenggaraan Ujian Nasional, yaitu: soal 20 paket. Walaupun ‘kalimat maut’ ini tidak tercantum dalam Permendikbud nomor 3 tahun 2013 dan POS UN 2013, tetapi ‘UN dengan 20 paket soal sudah diekspos pemerintah sejak satu
tahun yang lalu dan biasanya ‘kalimat ini’ tercatum dalam POS Percetakan Soal.

Untuk itu, pada hari sabtu (9/2/2013), MAN Muara Bulian mengadakan sosialisasi Ujian nasional kepada orang tua/wali siswa kelas XII dan berlangsung di Musalla Al-ikhlas MAN Muara Bulian. Sosialiasi ini dihadiri oleh orang tua siswa, siswa kelas XII, majlis guru dan disosialiasikan oleh 3 (tiga) nara sumber: kepala MAN Muara Bulian, Waka Kurikulum dan Waka kesiswaan.

Dalam sosialisasi ini didiskusikan :
(1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nmr 3 tahun 2013 tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelengaraan ujian sekolah, madrasah, pendidikan kesetaraan dan Ujian Nasional;

(2) Peraturan BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Nmr: 0020/P/BSNP/I/2013 Tentang Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Luar Biasa, Sekolah Menengah Kejuruan, serta pendidikan pendidikan Kesetaraan Program Paket A/Ula,
Program Paket B/Wustha, Program Paket, dan Program Paket C Kejuruan tahun pelajaran 2012/2013;

(3) Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nmr:
21 Tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional pendidikan agama Islam dan bahasa Arab tingkat Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah tahun pelajaran 2012/2013.

Dalam kesempatan ini, Drs. Raden Akhmad, Kepala MAN Muara Bulian, memaparkan substansi dari ke tiga dasar hukum pelaksanaan Ujian Nasional dan UAMBN, mengajak bersatu, bekerja sama untuk lebih memperhatikan proses pembelajaran siswa diluar sekolah. Pendidikan anak adalah tanggung jawab
kita bersama, mari kita bahu membahu mendidik dan membimbing anak anak kita, ungkap Kepala MAN Muara Bulian.

Waka kesiswaan diberi kesempatan menginformasikan kepada orang tua siswa tentang kerajinan, etika, keaktifan siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler.

Sosialisasi dilanjutkan paparan wakil kepala bidang kurikulum MAN Muara Bulian berhubungan dengan strategi MAN Muara Bulian dalam menghadapi UN 2013 dan khususnya UN 20 paket soal. MAN Muara Bulian sudah mengatisipasi UN 2013 dengan
(1) menyelenggarakan bimbingan belajar UN lebih awal yang
dimulai sejak akhir agustus 2012;

(2) menyelenggarakan Try-out Ujian Nasional dalam beberapa tahap baik soalnya dibuat oleh masing-masing guru
maupun bekerja sama dengan Pusat Bimbingan Belajar lain;

(3) memantapkan nilai-nilai spritual siswa dengan mengadakan yasinan setiap pagi jumat setiap minggu;

(4) mendaftarkan seluruh siswa untuk SNMPTN Undangan online
2013 supaya siswa lebih bersemangat menghadapi UN;

(5) mensosialiasikan bidik misi khusus bagi siswa yang kurang mampu.

Sosialisasi ini juga memantapkan kerjasama pengawasan antara guru dan orangtua siswa agar aktivitas keseharian setiap siswa tidak terganggu oleh aktivitas yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya. Melalui kerjasama tersebut orangtua akan memperoleh informasi tentang tingkat keberhasilan siswanya dalam mengikuti aktivitas disekolah. Disamping itu, orangtua juga akan mengetahui kesulitan apa yang sering dihadapi siswa di Madrasah, juga dapat memperoleh informasi tentang kondisi siswanya dalam menerima
pelajaran, tingkat kerajinan, atau bagaimana etikanya dalam pergaulannya.

Diharapkan sosialisasi ini membuat hubungan Madrasah dengan orang tua siswa harmonis dan bersinergi mengembangan potensi siswa secara total. (am/hms/mnr)