Debit air Sungai Batanghari di Provinsi Jambi kembali meluap akibat hujan yang mengguyur daerah itu sepekan terakhir. Bahkan luapan sungai yang terus meningkat rata-rata 10 sentimeter (cm) per hari itu membuat ribuan rumah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) kini mulai terisolir. Ketinggian air kini terpaut satu meter dari status waspada. Warga yang bermukim disepanjang DAS diminta waspada terhadap banjir.

Sementara warga yang melakukan aktivitas di luar rumah, terpaksa menggunakan sampan kecil (ketek). Namun, banjir belum sampai membuat sekolah diliburkan. Pemerintah meminta warga untuk tetap siaga banjir jika sewaktu-waktu debit sungai Batanghari terus meluap.

Pantauan di Stasiun Duga Air Automatik AWLR Sungai Batanghari milik Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Provinsi Jambi di Taman Tanggo Rajo, Kota Jambi,Minggu (24/11) pukul 13.00 wib, ketinggian luapan Sungai Batanghari mencapai 12, 21 meter.

Ketinggian luapan sungai tersebut naik drastis dari ketinggian normal permukaan Sungai Batanghari antara 9-10 meter. Ketinggian luapan Sungai Batanghari tersebut terpaut sekitar 1,62 cm dari status Siaga I. Pada kondisi Siaga I, ketinggian permukaan atau luapan Sungai Batanghari sekitar 13,83 meter.

Banjir di Jambi mencapai status Siaga I Maret 2008 ketika luapan Sungai Batanghari mencapai ketinggian 13,90 meter. Banjir surut awal April hingga ketinggian permukaan Sungai Batanghari mencapai 11 meter.

Sementara itu, pantauan Rabu (21/11) siang di Kelurahan Legok dan Pulau Pandan, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi, warga yang rumahnya terkepung banjir menggunakan ketek untuk ke luar rumah. Anak-anak sekolah juga terpaksa menggunakan ketek untuk pergi sekolah.

Sementara iru areal parkir sebuah pusat perbelanjaan terbesar (Hypermart) yang dibangun di pinggir sungai Batanghari Angso Dua Pasar Jambi terendam banjir. Ketinggian air sudah mencapai sebatas lutut orang dewasa.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemantauan Banjir Dinas Kesatuan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kota Jambi, Yoyo mengatakan, permukiman warga Kota Jambi yang terisolir akibat banjir di kawasan DAS Batanghari tersebar lima kecamatan.

Permukiman warga yang terisolir tersebut, di Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Pasar, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Pelayangan dan Pasir Putih. Sedangkan areal tanaman pangan yang tertunda tanam akibat banjir di Kota Jambi mencapai 150 hektare (ha). Areal sawah yang tertunda tanam paling luas terdapat di kawasan Jalan Baru Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur.

Banjir juga sudah melanda sebagian wilayah kabupaten di Provinsi Jambi. Seperti di Kabupaten Tebo, Muarobungo, Merangin dan Kabupaten Sarolangun, Muarojambi dan Batanghari. Namun banjir belum menelan korban jiwa. Namun musim tanam petani terganggu akibat banjir tahunan ini. srg/red