1967929Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Tamsil Linrung diperiksa tim penyidik KPK, Jumat (15/3/2013). Tamsil diperiksa sebagai saksi.

“Iya untuk (tersangka) Haris Surahman,” ujarnya yang hadir di gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 09.45 WIB itu.

Politisi asal Sulawesi Selatan itu mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang dan peci hitam. Ia sedikit angkat bicara soal tuduhan Wa Ode Nurhayati yang pernah menyebut dirinya dan sejumlah pimpinan Banggar DPR terlibat kasus dugaan suap DPID (Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah).

“Memang dia KPK, sudahlah urus yang sudah tersangka saja,” cetus Tamsil sembari memasuki lobi gedung.

Selain Tamsil, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Paul Nelwan yang diketahui wiraswasta. Sama seperti Tamsil, Paul yang juga telah hadir di gedung KPK, mengenakan batik lengan panjang warna merah lengan panjang, diperiksa sebagai saksi untuk Haris Surahman.

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk HS,” kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha.

Sebelumnya dalam perkara serupa, penyidik juga telah memeriksa mantan pimpinan Banggar DPR Melchias Mekeng, Mirwan Amir, Olly Dondokambey serta mantan anggota Banggar DPR, Wa Ode Nurhayati

Dalam perkara DPID, beberapa nama politisi dari berbagai partai politik diduga terlibat. Dalam persidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Fahd A Rafiq mengungkapkan adanya beberapa anggota DPR yang bersaing mengurus pencairan anggaran DPID untuk tiga kabupaten di Provinsi Aceh (saat itu masih NAD).

Di persidangan, Fahd mengakui menyuap Wa Ode Nurhayati selaku anggota Banggar dengan uang Rp6 miliar melalui perantara Haris Andi Surahman.

Haris saat itu bekerja sebagai staf ahli anggota DPR, Halim Kalla. Wa Ode divonis 6 tahun penjara sedangkan Fahd divonis 2,5 tahun penjara. {sumber :inilah .com}